Bantuan Pakaian dan Kayu Bakar, Penopang Hidup Keluarga Gaza

Bantuan Pakaian dan Kayu Bakar, Penopang Hidup Keluarga Gaza

11 Mar 2026 - Press Release

Krisis di Gaza bukan hanya soal makanan tapi kebutuhan non-makanan. Media lokal Palestina seperti Wafa dan laporan PBB OCHA bilang harga barang-barang pokok, mulai dari pakaian anak sampai perlengkapan bayi, melonjak gila-gilaan. Harganya bisa dua atau tiga kali lipat dari sebelum genosida Israel 7 Oktober 2023. Tapi kebutuhan pakaian hangat tetap berjalan, apalagi di musim dingin.

 

Untuk makan saja sulit, boro-boro memikirkan pakaian baru. Inilah mengapa banyak keluarga memilih bertahan dengan pakaian yang ada. Jika ada uang, mereka lebih mementingkan makan daripada membeli pakaian atau kebutuhan bayi.

 

Melihat kondisi ini, SMART 171 turun tangan. Tiga program bantuan diimplementasikan sekaligus di Gaza (14/2). Ada membagikan piyama anak, pakaian bayi, dan kayu bakar untuk pemanas tenda. Bantuan ini benar-benar menyasar keluarga pengungsi yang tinggal di tenda darurat, tanpa perlindungan memadai dari dingin dan hujan.

 

Pembagian piyama dan pakaian bayi difokuskan untuk keluarga dengan anak kecil, terutama balita dan bayi. Mereka paling rentan menghadapi cuaca ekstrem dan keterbatasan sanitasi. Banyak anak terpaksa tidur dengan pakaian seadanya, bahkan kadang memakai baju yang sama berhari-hari karena tidak ada pilihan lain.

 

Di sisi lain, kayu bakar jadi penyelamat. Di Gaza, listrik dan bahan bakar langka. Kayu bakar adalah satu-satunya cara realistis untuk menghangatkan tenda, terutama saat malam tiba dan suhu turun drastis.

 

Tiga program ini lahir dari kebutuhan masyarakat Gaza. Bantuan ini bagian dari pendekatan kemanusiaan yang benar-benar memprioritaskan kelompok paling rentan yakni anak-anak. Bantuan non-pangan seperti pakaian dan pemanas sering kali luput dari sorotan, padahal sebenarnya sangat berpengaruh pada kesehatan, daya tahan tubuh, dan keselamatan anak-anak di pengungsian.

 

Sampai awal 2026, situasi di Gaza makin lama makin buruk. Jumlah keluarga yang sepenuhnya bergantung pada bantuan terus bertambah. Di tengah blokade dan akses yang serba terbatas, bantuan untuk kebutuhan dasar seperti ini jadi salah satu intervensi paling mendesak demi mencegah krisis kesehatan yang lebih besar, terutama bagi anak-anak.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya