Di Tengah Keterbatasan, Sembilan Warga Gaza Jalani Operasi di RS Yaffa
16 Apr 2026 - Press Release
Rumah sakit di Gaza kewalahan, Israel membunuh 790 tenaga kesehatan sejak Oktober 2023, menghancurkan fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit, dan masih membatasi masuknya obat-obatan. Namun di tengah kekacauan itu, sembilan warga Gaza termasuk anak-anak, berhasil menjalani operasi medis sepanjang Maret lalu. Ini dilakukan lewat program kemanusiaan “Medical Aid” dari SMART 171.
Operasi yang mereka lakukan beragam. Mulai dari pengangkatan material asing di perut sampai penanganan cedera kaki. Korban luka akibat serangan Israel ini datang dari beragam usia, ada anak kecil hingga lansia.
Bantuan ini jadi salah satu respon atas krisis kesehatan Gaza. Sebagaimana dikemukakan Direktur SMART 171, Dr. Maimon Herawati, “Alhamdulillah, kami baru mendapat kabar telah berhasil dilakukan 9 operasi di hari berbeda kepada warga Gaza yang terluka dan cedera. Jumlahnya masih kecil memang, tapi ini sangat berarti karena susah sekali mendapat akses dan jadwal operasi dengan kondisi rumah sakit dan dokter yang semakin sedikit.”
Dilansir Aljazeera, sistem kesehatan Gaza tetap berada di ambang kehancuran meskipun gencatan senjata. Israel bolehkan masuk barang seperti permen, telepon seluler, dan bahkan sepeda listrik. Tetapi hal yang lebih urgent seperti antibiotik, cairan infus, dan peralatan bedah dilarang.
Sumber daya sangat terbatas, dan rumah sakit yang seharusnya jadi tempat paling aman nyatanya ikut terdampak. Akibatnya, akses layanan kesehatan makin sempit untuk warga sipil.
Tenaga medis di lokasi mengaku situasinya sangat menantang. Kalau melihat foto, plafon rumah sakit juga sudah jatuh sebagian, ruang operasi sangat sederhana, fasilitas seadanya. Pasien datang dengan kondisi memprihatinkan. Penanganan medis memang jadi kebutuhan mendesak.
Program operasi ini jadi upaya penyelamatan di tengah keterbatasan. Bagi pasien, operasi menjadi jalan untuk kembali melanjutkan hidup, meski genosida Israel masih berlanjut.