Hanya 34 Persen Truk PBB Masuk Gaza, Iftar Ramadan Jadi Kebutuhan Mendesak

Hanya 34 Persen Truk PBB Masuk Gaza, Iftar Ramadan Jadi Kebutuhan Mendesak

10 Mar 2026 - Press Release

Laporan dari ochaopt.org awal Februari lalu menunjukkan bahwa sejak 12 Januari, hanyasekitar 34% truk yang terkoordinasi PBB berhasil menurunkan muatan dan masuk ke Gaza. Sisanya gagal off-load, kebanyakan gara-gara akses yang sulit, izin yang tidak keluar, dan pembatasan ketat oleh Israel.

 

Dalam situasi seperti ini, penyaluran Ramadan Iftar di Gaza Utara jadi sangat penting. 24 Februari lalu bertepatan dengan 7 Ramadan, SMART 171 telah salurkan titipan donatur Indonesia ke 2.500 penerima manfaat. Bantuan ini menyasar mereka yang paling rentan, kelompok yang sehari-harinya hidup di bawah tekanan penjajah dan kehancuran fasilitas dasar.

 

Distribusi iftar dipusatkan di Rumah Sakit Al-Shifa. Pasien jantung dan warga yang butuh layanan medis di sekitar situ jadi prioritas utama. Rumah sakit ini jadi titik krusial dan salah satu tempat tersulit di Gaza Utara. Banyak warga membangun tenda di Selatan karena cenderung lebih dekat dengan gerbang Rafah sehingga lebih mudah mengakses bantuan, tapi di Gaza utara orang-orang bertahan seadanya. 

 

Makanan yang dihidangkan berisi nasi, sayur, daging. Kelihatannya sederhana, tapi di tengah krisis pangan dan harga yang melonjak gara-gara blokade, menu ini sangat disyukuri warga, pasien, dan tenaga kesehatan. Iftar ini bukan agenda gimmick Ramadhan. Programnya disesuaikan dengan kebutuhan warga Gaza, dan makanan jelas masih diperlukan oleh mereka.

 

“Alhamdulillah Bapak Ibu yang Allah cintai, titipannya sudah kami sampaikan. Semoga jadi penguat warga Gaza menjalani Ramadan” Kata Dr. Maimon Herawati kala diminta keterangan.

 

Di Gaza, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar sampai magrib. Di sini, dengan sistem kesehatan yang hampir ambruk dan makanan langka karena penjajah Israel membatasinya, waktu berbuka jadi soal bertahan hidup.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya