Isra Mi'raj: Smart 171 Gelar Aksi Melukis Solidaritas untuk Palestina

Isra Mi'raj: Smart 171 Gelar Aksi Melukis Solidaritas untuk Palestina

13 Feb 2026 - Event

Alih-alih menghabiskan hari libur dengan perayaan glamor, tim Smart 171 memilih mengisi peringatan Isra Mi’raj dengan aksi solidaritas Palestina melalui seni pada Kamis (16/1). Mereka menggelar agenda melukis bersama bertema Baitul Maqdis di Palestine Center sebagai bentuk perlawanan kultural terhadap kekerasan yang terus berlangsung di Palestina.


Kegiatan tersebut menghasilkan 11 lukisan yang merekam beragam ekspresi. Ada yang melukis Masjid Al-Aqsa, tank penjajah melawan batu anak Palestina, hingga boneka terlindas tank Israel. Seni dipilih sebagai wadah untuk menyuarakan pesan yang kerap diabaikan dalam narasi arus utama.


Ketua Pelaksana kegiatan, Ridwan Andrianou, menegaskan bahwa agenda ini sengaja digelar pada hari libur Isra Mi'raj untuk mengingatkan posisi Baitul Maqdis yang juga jadi tempat Mi'raj Nabi Muhammad.


“Itu masjid suci kita, kiblat pertama kita, sayang sekali kita ga bisa bebas ke sana. Jangankan kita, warga Palestina aja pada gak bisa ke sana karena Israel jajah mereka, ada banyak check point, susah keluar masuk kota. Tapi penjajahnya malah menyerbu Al-Aqsa bahkan talmud di sana. Melukis adalah salah satu cara kami bersuara.” ujar Ridwan.


Salah satu pelukis menampilkan visual yang gore, tidak nyaman dipandang. Namun, panitia menilai hal tersebut justru mencerminkan kenyataan di lapangan. “Kalau ada yang bilang lukisan ini serem, itu belum ada apa-apanya dibanding apa yang dialami warga Palestina setiap hari,” kata Ridwan. “Cari di internet masih bisa kita temukan sipil Palestina benar-benar dilindas tank sampai semua isi perutnya keluar. Sejahat itu Israel dan lukisan ini gak ada seujung kuku kejahatan mereka,” tandasnya.


Agenda ini menegaskan pilihan tim Smart 171 untuk menjadikan seni sebagai alat advokasi. Israel masih terus membunuh rakyat Palestina meski sekarang sedang gencatan senjata. Ada lebih dari 1500 pelanggaran, 557 nyawa melayang selama fase ini. Israel juga telah membunuh 70.000 sipil Palestina, 20.000 di antaranya adalah anak-anak.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!