Khutbah Jumat “Rasa di Makkah” Hadir di BKN Pusat, ASN Dengarkan Khatib Gaza Berbahasa Arab

Khutbah Jumat “Rasa di Makkah” Hadir di BKN Pusat, ASN Dengarkan Khatib Gaza Berbahasa Arab

07 Apr 2026 - Event

Ada yang beda pada Solat Jumat yang dilaksanakan di kantor pusat Badan Kepegawaian Negara, Cililitan, Jakarta Timur. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang datang untuk salat Jumat disambut suasana yang tak nampak seperti di Jakarta. Panasnya sama, tapi isi khutbahnya beda. Hari ini (13/3), seorang syaikh asal Gaza, Mahmoud Darwis, menjadi imam dan membawakan khutbah sepenuhnya dalam bahasa Arab.


Kehadiran Mahmoud Darwis bukan tanpa alasan. SMART 171 membawanya dalam rangkaian Safari Ramadan sebagai bagian dari program 100 titik edukasi dan wujud syiar solidaritas bagi Palestina. Banyak jamaah bilang, atmosfernya persis seperti di Makkah. Salah satu jamaah, Anton, berkata bahwa ia tak paham apa yang disampaikan, “tapi berhubung Ramadan, suasanya jadi pas sekali ya. Serasa di Arab.” Katanya sambil tertawa kala ditanya tanggapan soal Solat Jumat hari ini.


Di khutbahnya, Mahmoud Darwis mengingatkan bahwa Ramadhan dan segala ibadah yang dijalankan umat Islam di berbagai negara berlangsung dalam kondisi yang jauh berbeda dari kehidupan masyarakat Palestina sekarang. Mahmoud bercerita, banyak warga Gaza kehilangan rumah, anggota keluarga, bahkan kebutuhan paling dasar untuk bertahan hidup. Di tengah kehancuran, di antara keterbatasan bantuan yang masuk, banyak keluarga hanya bisa bertahan tanpa tahu kapan mereka bisa makan atau punya tempat tinggal layak.


Dia juga menyoroti situasi di Tepi Barat, terutama di Al-Quds yang kini lebih dikenal dengan nama hasil yahudisasi, Jerusalem. Selain teror dari pemukim ilegal Israel, penjajah Israel membatasi warga Palestina masuk dan beribadah ke dalam Masjid Al-Aqsa. salat Jumat bahkan dibatalkan di dalam kompleks karena ditutup untuk semua pengunjung.


Update terkini yang disampaikan Mahmoud Darwis senada dengan laporan Al Jazeera yang menyatakan bahwa Israel menutup kompleks Masjid Al-Aqsa selama sekitar 12 hari dan membatasi pergerakan di Kota Tua Al-Quds. Memang biasanya Israel “berulah” dan membatasi jamaah masuk Al-Aqsa, namun kali ini lebih parah lantaran tarawih dan i’tikaf pun dilarang.


Khutbah yang Mahmoud menghadirkan suasana keagamaan yang terasa khas dengan penggunaan bahasa Arab, pesannya juga membawa gambaran nyata tentang apa yang dialami warga Palestina. Panitia pelaksana Solat Jumat berharap khutbah itu jadi refleksi agar lebih bersyukur, sebab di belahan dunia lain, banyak Muslim menjalankan ibadah dalam keterbatasan, bahkan dilarang solat ke masjid.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya