Pembebasan Al-Aqsa Dimulai dari Al-Qur’an
13 Sep 2026 - Event
Quran surah Al-Isra dibuka dengan ayat yang banyak disebut di ceramah atau khutbah jelang Isra Miraj, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” Masjidil Aqsa disebut langsung di ayat pertama surah ini. Di antara banyak masjid di dunia, dua masjid itu yang disebut, tentu ada makna di baliknya. Al-Aqsha adalah tujuan perjalanan paling agung dalam sejarah kenabian.
Ironisnya, 1.300 pemukim Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa dalam satu hari pada Juli 2026, sementara ritual Talmud dilakukan di halamannya hampir setiap hari, sementara Israel telah menyerang kompleks itu lebih dari 280 kali dalam setahun terakhir. Berapa banyak Muslim yang duduk dan benar-benar membaca apa yang Allah tulis tentang tempat itu?
Di Masjid Al-Anshir Galunggung, Ambon, Ahad (13/9), sepuluh orang memilih melakukan tepat itu. Baik Berisik Maluku menggelar sesi perdana Tarbiyah Quran. Ustaz Husein Abdul Aziz Arby, Lc mengajari tafsir Surah Al-Isra.
Ustaz Husein membuka dengan pembacaan dan tadabbur ayat 1 hingga 11. Ayat-ayat ini membangun konteks mengapa Al-Aqsa bukan sekadar tempat bersejarah, tapi amanah yang disebut Allah sendiri dalam kalam-Nya. Ayat 4-8 surah yang sama bahkan menubuatkan kerusakan yang akan dilakukan Bani Israel di tanah itu dua kali, sehingga ada konsekuensi yang menyertai kerusakan itu.
Bagi sebagian peserta kajian sore itu, mungkin ini pertama kali mereka membaca Al-Isra bukan sebagai bacaan shalat yang berlalu, tapi sebagai narasi yang menyentuh tanah yang hari ini sedang diperebutkan.
"Masjidil Aqsa akan dimenangkan oleh orang-orang yang dekat dengan Al-Quran," ujar Ustaz Husein. "Dan Palestina tidak dibangun dengan tergesa-gesa tapi dibangun dengan persiapan, kesabaran, sebab perjuangan ini memiliki proses panjang."
Mala Sari Angkotasan, ketua pelaksana, menyambung: "Masjidil Aqsa hanya akan dibebaskan oleh orang-orang yang dekat dengan Al-Quran. Al-Quran dan Masjidil Aqsa. Berlipat ganda keberkahannya."
Sepuluh orang. Bukan angka yang membuat berita besar. Tapi jika argumen Ustaz Husein benar bahwa pembebasan Al-Aqsa dimulai bukan dari demonstrasi atau diplomasi, tapi dari kedekatan dengan kitab yang menyebut nama tempat itu di ayat pertamanya, maka yang terjadi sore itu di Ambon adalah sesuatu yang lebih dari sekadar kajian rutin.