Relawan SMART171 dan Baik Berisik Sumut Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang Aceh Tamiang
06 Apr 2026 - Press Release
Tim relawan SMART171 bersama Baik Berisik Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para penyintas banjir bandang di Desa Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad (1/3/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, fidyah, serta Al-Qur’an untuk membantu warga yang terdampak bencana. Sebanyak 35 penerima manfaat menerima paket sembako, yang mayoritas merupakan ibu-ibu lanjut usia dari berbagai desa di wilayah tersebut.
Selain itu, ratusan eksemplar Al-Qur’an titipan dari komunitas Sobat Berbagi turut dibagikan kepada para penyintas. Sebagian paket Al-Qur’an juga disalurkan ke sejumlah masjid dan pondok pesantren di sekitar lokasi terdampak.
Salah satu warga Desa Durian, Ella, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu warga Aceh Tamiang.
“Kami bersyukur sekali dengan hadiah Ramadan ini. Al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi kami. Insyaallah pasti kami baca dan gunakan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada semua orang baik yang telah membantu kami di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Ella menuturkan, rumahnya baru beberapa hari terakhir bisa ditempati kembali setelah sebelumnya terendam lumpur hingga ke bagian atap akibat banjir bandang.
Koordinator Baik Berisik Sumatera Utara, Anugrah Roby Syahputra, yang memimpin distribusi bantuan tersebut mengatakan kondisi para penyintas di Aceh Tamiang masih sangat memprihatinkan.
Menurutnya, masih banyak warga yang harus tinggal di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni, baik akibat roboh, hanyut, maupun dipenuhi lumpur yang telah mengeras.
“Masih banyak sekali warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Kondisi rumah mereka banyak yang tidak bisa dihuni lagi karena rusak parah atau tertimbun lumpur,” kata Roby.
Beliau menambahkan, warga yang telah kembali ke rumah pun harus memulai kehidupan dari awal karena sebagian besar perabotan rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan dapur hilang atau rusak akibat banjir.
“Warga Tamiang masih membutuhkan uluran tangan kita. Insyaallah ini menjadi peluang amal bagi kita semua untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang diuji,” pungkasnya.