Serangan AS–Israel terhadap Iran adalah Perluasan Perang yang Disengaja

Serangan AS–Israel terhadap Iran adalah Perluasan Perang yang Disengaja

01 Mar 2026 - Press Release

SMART 171 mengecam keras eskalasi kriminal dan tanpa provokasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menlu Oman beberapa jam sebelum serangan ini mengumumkan bahwa Iran sepakat untuk menghentikan penimbunan uranium yang diperkaya. Artinya, ada opsi damai. Dengan demikian, serangan ini adalah kelanjutan kekerasan dua rejim pelanggar hukum internasioanl yang telah lama dibiarkan berjalan tanpa konsekuensi.


Selama hampir dua tahun, dunia dipaksa menyaksikan Gaza dihancurkan Israel menggunakan senjata Amerika, dengan perlindungan politik Amerika, dan dengan keheningan internasional yang memalukan.

Setiap pelanggaran dijawab dengan pernyataan. Setiap kejahatan diakui, lalu ditoleransi.

Setiap “garis merah” diumumkan, kemudian digeser.


Ketika impunitas dilembagakan, eskalasi adalah keniscayaan seperti yang terjadi saat ini. Serangan terhadap Iran harus dipahami dalam konteks ini.


Larangan penggunaan kekuatan dalam Piagam PBB bukan opsi sukarela. Perang preventif bukan doktrin hukum. Tidak ada negara yang memiliki hak untuk mengebom dan mengintimidasi negara lain.


Hak asasi manusia tidak dapat dipilih-pilih.

Tidak sah mengutuk pelanggaran di satu tempat sambil membiarkannya terjadi di tempat lain.

Tidak bermoral berbicara tentang hukum internasional sambil menghancurkannya secara sistematis.


SAMRT 171:

* Penghentian segera seluruh eskalasi militer lebih lanjut

* Kepatuhan mutlak terhadap hukum internasional tanpa pengecualian

* Akuntabilitas penuh atas setiap pelanggaran Piagam PBB

* Tekanan global yang berkelanjutan untuk mencegah perang regional yang lebih luas


Erosi norma hukum tidak pernah bersifat lokal. Ketika dibiarkan di satu wilayah, ia akan menjalar ke wilayah lain. Kemarin Palestina, lalu Venezuela. Ini mungkin menyebar ke Greenland, atau bisa saja lanjut ke Indonesia.


Kami menolak kekerasan yang terus diperluas. Dari Gaza hingga Teheran, dari Havana hingga Caracas.


Inilah mengapa SMART 171 terlibat dalam Global Peace Convoy, Sumud Nusantara, dan Global Sumud Flotilla.

Inilah mengapa kami berorganisasi.

Inilah mengapa kami bersama berlayar.


Karena diam bukan netral. Diam adalah keberpihakan pada penindasan.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!