Smart 171 dan GPCI Bangun Fasilitas MCK untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Smart 171 dan GPCI Bangun Fasilitas MCK untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

11 Mar 2026 - Press Release

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang tak hanya merenggut nyawa, praktiswarga jadi susah bergerak karena segalanya hancur. Fasilitas dasar seperti sanitasi juga hilang terbawa air dan tertimbun lumpur. Di beberapa kampung yang kena dampak, akses MCK jadi terbatas, dan ini meningkatkan risiko penyakit, khususnya perempuan, anak-anak, dan lansia sebagai kelompok rentan.

 

Melihat kondisi ini, Smart 171 bersama Global Peace Coalition Indonesia (GPCI) turun tangan. Mereka membangun dan meresmikan fasilitas MCK untuk warga Kampung Durian, Aceh Tamiang. Hadirnya MCK ini jadi solusi jangka menengah untuk masalah sanitasi warga setelah banjir, sambil tunggu proses pemulihan lingkungan dan permukiman berjalan.

 

Peresmian dan serah terima MCK berlangsung Selasa (17/2), bersama dengan pembagian bantuan kebutuhan dasar seperti kasur Palembang, mukena, sajadah, dan sarung bagi warga terdampak di Kuala Simpang. Bantuan ini memang penting, karena akses logistik warga masih serba terbatas.

 

Aksi ini sebenarnya lanjutan dari bantuan sehari sebelumnya di lokasi yang sama. Senin (16/2), GPCI dan jaringan organisasi kemanusiaan termasuk Smart 171 telah menyerahkan bantuan kapal supaya warga tetap bisa beraktivitas. Di Aceh Tamiang, sungai sekarang jadi jalur utama karena banjir memutus akses darat dan jembatan antar kampung.

 

Keterlibatan SMART 171 dalam pembangunan MCK ini menegaskan bahwa respons kemanusiaan tak hanya soal bantuan darurat. Mereka juga memperhatikan kebutuhan dasar yang sering terlupakan saat bencana baru melanda, seperti sanitasi dan kesehatan lingkungan. Tanpa MCK yang layak, risiko masalah penyakit jelas meningkat setelah bencana.

 

Lewat aksi nyata di Aceh Tamiang, Smart 171 berusaha hadir untuk memenuhi kebutuhan warga. Bukan cuma soal solidaritas global, tapi juga tanggung jawab sosial di negeri sendiri. Bersama NGO lain hadir di tengah krisis, gotong royong menjadi solusi bagi warga.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya