Amnesty International: Perempuan Gaza Jadi Korban Terberat dari Genosida Israel

Amnesty International: Perempuan Gaza Jadi Korban Terberat dari Genosida Israel

11 Mar 2026 - Berita

Organisasi Hak Asasi Manusia (HAM), Amnesty International, menyatakan bahwa perempuan Gaza menanggung beban paling berat dari genosida Israel selama lebih dari dua tahun terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah pengungsian massal, hancurnya sistem kesehatan, serta krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.


Amnesty menyebut perempuan Gaza menghadapi penderitaan berlapis, mulai dari tidak adanya kondisi aman untuk menjalani kehamilan dan persalinan, terbatasnya layanan kesehatan reproduksi, hingga kesulitan mendapatkan makanan, obat-obatan, air bersih, dan tempat tinggal yang layak.


Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnès Callamard, menyebut perempuan Gaza kini “dirampas dari kondisi yang memungkinkan mereka hidup dan melahirkan dengan aman.” Ia menegaskan bahwa situasi ini lahir dari kebijakan keji Israel yang secara sistematis merusak hak mereka atas kesehatan, keamanan, dan masa depan.


Temuan ini didasarkan pada wawancara yang dilakukan pada Februari lalu terhadap 41 perempuan Gaza yang terpaksa mengungsi, termasuk pasien kanker, perempuan hamil, serta ibu melahirkan pada fase yang katanya "gencatan senjata”. Peneliti juga mewawancarai 26 tenaga kesehatan dan empat staf organisasi internasional.


Amnesty juga mencatat sekitar 60% fasilitas layanan kesehatan di Gaza telah berhenti beroperasi. Jelas ini menunjukkan keterbatasan pada fasilitas medis, terutama yang menyediakan layanan persalinan darurat.


Akibatnya ada 37 ribu perempuan hamil dan menyusui di Gaza berisiko alami malnutrisi akut dan harus diberi penanganan medis serius sebelum pertengahan Oktober 2026. Selain itu, ada lebih dari 18.500 warga Gaza sangat membutuhkan perawatan medis segera. Tapi kebutuhan tersebut tidak ada di Gaza.


Amnesty International mendesak Israel untuk segera mencabut blokade masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza dan mengajak masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi agar kejahatan Israel di Gaza dapat segera berakhir.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya