Amnesty Serukan Penjajah Israel untuk Bebaskan Dr. Abu Safiya

Amnesty Serukan Penjajah Israel untuk Bebaskan Dr. Abu Safiya

18 Oct 2025 - Berita

Amnesty International telah mendesak penjajah Israel untuk segera membebaskan Dr. Hossam Abu Safiya, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, yang telah ditahan Israel sejak 27 Desember 2024.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis, organisasi tersebut menggambarkan Dr. Abu Safiya sebagai suara terkemuka di sektor perawatan kesehatan Gaza yang hancur dan mengatakan penawanannya yang berkelanjutan merupakan pemenjaraan sewenang-wenang.

Menurut seorang pengacara yang baru-baru ini mengunjungi Dr. Abu Safiya dan tahanan lainnya, dokter tersebut telah menjadi korban penganiayaan dan perlakuan buruk.

Pengacara tersebut melaporkan bahwa Dr. Abu Safiya tampaknya telah kehilangan berat badan secara signifikan, karena otoritas penjara Israel terus memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses tahanan Palestina terhadap makanan yang layak, perawatan medis, dan perlengkapan kebersihan pribadi.

Amnesty International mengutuk penahanan sewenang-wenang yang dilakukan Israel terhadap Dr. Abu Safiya tanpa dakwaan atau pengadilan, menyebutnya sebagai cerminan penargetan sistematis Israel terhadap pekerja kesehatan Palestina dan penghancuran yang lebih luas terhadap sistem kesehatan Gaza.

Sementara itu, Kantor Media Palestina mengutip keluarga Dr. Abu Safiya yang mengatakan bahwa otoritas Israel telah memperpanjang penahanan administratifnya selama enam bulan lagi.

Keluarganya menyatakan keprihatinan mendalam atas pemenjaraannya yang terus berlanjut tanpa dakwaan atau pengadilan yang adil, dan menggambarkan perpanjangan tersebut sebagai beban psikologis dan kemanusiaan yang berat bagi kerabat, kolega, dan pendukungnya di seluruh dunia.

Kasus Dr. Abu Safiya telah menarik perhatian internasional yang semakin meningkat sebagai bagian dari pola penangkapan dan penganiayaan Israel yang lebih luas terhadap para profesional medis Gaza di tengah runtuhnya sistem perawatan kesehatan di daerah kantong itu selama perang genosida Israel.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!