Gaza Lahirkan 500 Penghafal Al-Quran Meski digenosida
16 Feb 2026 - Berita
Gaza mengadakan prosesi dan perayaan Al-Quran besar-besaran di Kamp Pengungsi Shati, untuk menghormati sekitar 500 hafiz dan hafiza. Acara yang diselenggarakan oleh Komite Darurat bekerja sama dengan Ayad Al-Khair dan Yayasan Amal Alia Kuwait ini melambangkan ketahanan dan komitmen komunitas terhadap identitas agama dan budayanya meskipun telah dua tahun mengalami perang genosida Israel.
Prosesi tersebut bergerak melewati kamp pengungsi dengan para peserta membawa Al-Quran, bendera Palestina, dan spanduk yang mempromosikan keteguhan dan harapan. Jalan-jalan yang dulunya rusak akibat pemboman dan puing-puing berubah menjadi ruang sukacita dan refleksi spiritual saat keluarga-keluarga berkumpul untuk menyaksikan acara tersebut.
Hafiza Ibtisam Abu Huwaidi, yang menyelesaikan hafalannya selama perang, menggambarkan pengalaman itu sebagai sumber kekuatan, mengatakan bahwa Al-Quran memberikan bimbingan dan ketahanan selama saat-saat paling sulit. Ia mengungkapkan harapan agar keempat anaknya juga menghafal Al-Quran dan mendorong pemuda Gaza untuk menjunjung tinggi ajaran-ajarannya meskipun dalam kondisi yang sulit.
Perayaan tersebut diakhiri dengan pemberian sertifikat penghargaan dan hadiah simbolis untuk hafiz dan hafiza. Penyelenggara menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk melindungi identitas keagamaan dan mempromosikan nilai-nilai moral dalam masyarakat yang bergulat dengan tantangan kemanusiaan yang sangat besar.
Selama genosida Israel yang berlangsung selama dua tahun, lebih dari 835 masjid hancur total dan lebih dari 180 rusak sebagian. Pelanggaran gencatan senjata terus berlanjut, dengan 875 pelanggaran yang menyebabkan kematian 411 warga Palestina dan melukai 1.112 orang, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza. Sejak 8 Oktober 2023, serangan tersebut telah menyebabkan sekitar 71.000 orang tewas, 171.000 orang terluka, dan hampir 90% infrastruktur sipil Gaza hancur.