Gencatan Senjata Hanya Nama, Korban Genosida Israel Mendekati Angka 70.000
Gencatan Senjata Hanya Nama, Korban Genosida Israel Mendekati Angka 70.000

Gencatan Senjata Hanya Nama, Korban Genosida Israel Mendekati Angka 70.000

16 Feb 2026 - Berita

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa jumlah syuhada akibat agresi dan pengepungan Israel sejak Oktober 2023 telah melonjak menjadi 68.872 jiwa, sementara lebih dari 170.677 warga Palestina luka-luka, dan ribuan lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Dalam 24 jam terakhir saja, empat jenazah, satu ditemukan dari bawah puing dan tiga gugur baru-baru ini, dibawa ke rumah sakit di seluruh wilayah. Angka ini diperkirakan terus bertambah karena tim penyelamat masih kesulitan menjangkau banyak area akibat kehancuran luas dan tidak adanya alat berat.

Meski gencatan senjata mulai diberlakukan 11 Oktober, pasukan pendudukan Israel tetap melakukan pelanggaran, serangan, serta operasi mematikan. Sejak gencatan dimulai, setidaknya 240 warga Palestina gugur dan 607 terluka, menunjukkan pola pelanggaran sistematis yang dilakukan Israel.

Sistem kesehatan Gaza kini berada di titik kolaps, dengan rumah sakit kehabisan obat-obatan, anestesi, bahkan bahan bakar untuk menghidupkan generator. Puluhan fasilitas medis hancur akibat dua tahun pengeboman brutal.

Kondisi pengungsian pun semakin mengerikan: puluhan ribu keluarga hidup di tenda darurat tanpa air bersih, sanitasi, atau perlindungan cukup, bahkan saat musim dingin mendekat.

PBB dan organisasi bantuan internasional terus mendesak pembukaan penuh perbatasan untuk masuknya makanan, obat, dan bahan bakar, namun Israel tetap memblokirnya.

Kementerian menggambarkan skala kehancuran ini sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya”: lingkungan musnah total, ribuan perempuan dan anak-anak hilang, banyak jenazah tak lagi dapat dikenali karena luka bakar atau tubuh yang hancur akibat bom.

Organisasi HAM memperbarui tuntutan penyelidikan internasional independen atas kejahatan perang yang dilakukan pasukan Israel. Pejabat Palestina memperingatkan bahwa jika dunia tidak bertindak, bencana kemanusiaan Gaza akan semakin memburuk meski gencatan senjata masih berlangsung.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya