Israel Culik 40 Jurnalis Palestina, Dua Hilang
Israel Culik 40 Jurnalis Palestina, Dua Hilang

Israel Culik 40 Jurnalis Palestina, Dua Hilang

16 Feb 2026 - Berita

Kantor Media Tahanan Palestina melaporkan bahwa 40 jurnalis Palestina saat ini ditahan di penjara Israel, termasuk dua yang masih hilang secara paksa, di tengah meningkatnya kampanye penangkapan yang menargetkan pekerja media. Jurnalis yang hilang tersebut adalah Nidal al-Waheidi dan Haitham Abdel Wahid, keduanya berasal dari Jalur Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, sekitar 220 kasus penahanan jurnalis dan pekerja media telah tercatat, mencerminkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebebasan pers Palestina. Penangkapan terbaru terjadi pada Minggu subuh, ketika Farouk Omar Aliyat, 44 tahun, seorang jurnalis dan ayah dari tiga anak, ditahan dari desa Deir Abu Daif di Tepi Barat. Aliyat sebelumnya sudah beberapa kali menjadi tahanan Israel.

Kantor Media Tahanan menekankan bahwa kebijakan Israel meluas tidak hanya terhadap jurnalis, tetapi juga perempuan, anak-anak, tenaga medis, dan tahanan sipil secara umum. Hingga akhir 2025, jumlah tahanan Palestina mencapai sekitar 9.300 orang, hampir setengahnya ditahan tanpa dakwaan atau persidangan. Penahanan administratif dan klasifikasi “pejuang ilegal” digunakan untuk memperkuat tindakan represif.

Selain itu, kondisi di dalam penjara Israel dilaporkan sangat buruk, termasuk penyiksaan fisik dan psikologis, pengabaian medis, kelaparan yang disengaja, pelecehan seksual, penolakan kunjungan keluarga, dan pembatasan akses pengacara serta Komite Internasional Palang Merah. Sejak 1967, 324 tahanan Palestina telah meninggal dalam penjara Israel, termasuk 87 sejak dimulainya perang genosida di Gaza, dengan banyak kasus kematian akibat penyiksaan dan pengabaian medis.

Meskipun 3.745 tahanan dibebaskan melalui kesepakatan pertukaran pada 2025, kebijakan penangkapan kembali dan pengasingan paksa terus berlanjut. Kantor Media Tahanan menyerukan pertanggungjawaban internasional segera, pembebasan tahanan sakit, anak-anak, dan perempuan, serta pembentukan mekanisme pemantauan independen untuk memastikan hak-hak tahanan Palestina dilindungi.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya