Israel Langgar Gencatan Senjata Seribu Kali
16 Feb 2026 - Berita
Kantor Media Pemerintah di Gaza telah merilis Pernyataan Pers No. 1039, yang mengungkapkan bahwa pendudukan Israel telah melakukan 1.193 pelanggaran perjanjian gencatan senjata selama 90 hari terakhir, mengakibatkan kematian 484 warga sipil dan cedera pada 1.206 lainnya. Pernyataan tersebut menuduh Israel sengaja merusak gencatan senjata dan melanjutkan kebijakan genosida yang direkayasa terhadap penduduk Gaza.
Pelanggaran yang Didokumentasikan
Menurut pernyataan tersebut, antara tanggal 10 Oktober 2025 dan 9 Januari 2026, pelanggaran-pelanggaran berikut telah tercatat:
- 384 insiden penembakan langsung terhadap warga sipil.
- 66 kali penyusupan militer ke daerah berpenduduk.
- 551 serangan penembakan terhadap warga sipil dan bangunan tempat tinggal.
- 192 pembongkaran rumah, institusi, dan infrastruktur sipil.
- 50 kasus penangkapan sewenang-wenang.
Kondisi Kemanusiaan: Genosida melalui Perampasan
Pernyataan tersebut menyoroti bencana kemanusiaan yang semakin meningkat, menekankan bahwa Israel telah gagal memenuhi komitmennya terhadap tingkat bantuan yang telah disepakati. Dari 54.000 truk bantuan yang seharusnya memasuki Jalur Gaza selama periode ini, hanya 23.019 yang diizinkan masuk, rata-rata hanya 255 truk per hari, bukan 600 yang disepakati, menandai tingkat kepatuhan hanya 43%. Bantuan terbatas yang diizinkan masuk dilaporkan kurang bernilai gizi dan tidak termasuk bahan makanan pokok, yang berkontribusi pada kelaparan dan kekurangan yang direkayasa.
Pengiriman bahan bakar juga dibatasi secara drastis. Hanya 539 truk bahan bakar yang memasuki Gaza selama 90 hari, dibandingkan dengan 4.500 yang disepakati, yang berarti hanya 11% yang memenuhi kesepakatan. Akibatnya, rumah sakit, toko roti, dan infrastruktur air hampir runtuh, memperburuk krisis kemanusiaan.
Krisis Tempat Berlindung di Tengah Dinginnya Musim Dingin
Kantor media memperingatkan adanya keadaan darurat tempat tinggal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pendudukan Israel telah memblokir masuknya rumah mobil, tenda, dan bahan-bahan dasar untuk tempat tinggal, yang melanggar ketentuan gencatan senjata dan hukum humaniter internasional. Dengan badai musim dingin yang melanda Jalur Gaza, lebih dari 50 rumah dan bangunan yang rusak telah runtuh, menewaskan atau melukai puluhan orang yang berlindung di bangunan yang tidak aman. Lebih dari 127.000 tenda kini tidak layak digunakan, membuat 1,5 juta pengungsi terpapar kondisi cuaca yang sangat dingin.
Seruan untuk Bertindak
Kantor Media Pemerintah menyatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas runtuhnya sistem kemanusiaan dan kematian warga sipil yang terus berlanjut selama periode gencatan senjata. Kantor Media Pemerintah menyerukan kepada:
- Presiden Trump dan para sponsor perjanjian lainnya,
- Mediator dan penjamin internasional,
- Komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa,
Untuk menekan Israel agar sepenuhnya mematuhi gencatan senjata dan protokol kemanusiaan, memastikan masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar secara segera dan aman, serta mengizinkan bahan-bahan untuk tempat penampungan masuk ke Gaza. Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa kegagalan untuk bertindak akan memungkinkan kebijakan kelaparan, pengungsian, dan kematian yang dipaksakan.