Israel Terapkan Aneksasi De Facto di Tepi Barat Sepanjang 2025
16 Feb 2026 - Berita
Pasukan penjajah Israel secara praktis telah mengubah Tepi Barat menjadi zona pembangunan Israel, menerapkan aneksasi de facto sepanjang tahun 2025. Hal ini disampaikan peneliti urusan pemukiman Palestina, Mahmoud al-Saifi, yang menilai proses aneksasi berlangsung cepat dan sistematis.
Berbicara kepada Kantor Berita Sand pada Selasa, al-Saifi mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu terjadi percepatan nyata aneksasi di lapangan. Proses tersebut didorong oleh pertumbuhan pesat pemukiman ilegal, perluasan proyek infrastruktur, serta meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.
Ia mengungkapkan bahwa pasukan penjajah Israel telah membangun sekitar 200 kilometer jalan khusus pemukim, sementara jumlah pemukim di Tepi Barat kini mendekati satu juta jiwa, hampir seperempat dari total populasi wilayah tersebut.
Menurut al-Saifi, saat ini terdapat sekitar 700 lokasi pemukiman di seluruh Tepi Barat, termasuk pemukiman besar dan pos-pos terdepan ilegal. Keberadaan pemukiman tersebut, katanya, selalu diiringi serangan hampir setiap hari terhadap warga Palestina, serta perluasan infrastruktur yang bertujuan memperkuat proyek kolonisasi Israel.
Ia juga memperingatkan adanya upaya mengklasifikasikan ulang pemukiman ilegal menjadi kota urban, dengan pemukiman Qarniya di dekat Qalqilya disebut sebagai salah satu contohnya.
Al-Saifi menambahkan bahwa aktivitas pemukiman semakin agresif seiring relokasi kamp-kamp militer pasukan penjajah Israel ke wilayah Jenin dan peningkatan operasi di Tepi Barat bagian utara, menyusul kebijakan baru terkait penarikan dan penataan ulang pasukan.
Ia juga menyebut Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah menyetujui rencana pembangunan sekitar 58.000 unit perumahan pemukiman baru, yang disebutnya sebagai penanda bahwa tahun 2026 akan dijadikan “tahun pemukiman baru” oleh Israel.
Selain itu, al-Saifi menyoroti langkah-langkah yang memberikan kendali langsung pasukan penjajah Israel atas Lembah Yordania, wilayah strategis yang mencakup sekitar 29 persen dari total luas Tepi Barat.
Menyerukan respons Palestina yang bersatu, al-Saifi mendesak persatuan politik nasional dan penguatan perlawanan rakyat untuk menghadapi serangan pemukim dan menggagalkan agenda pemukiman Israel.
Saat ini diperkirakan sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di ratusan pemukiman di seluruh Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 di Yerusalem Timur. Pejabat Palestina menyatakan bahwa serangan pemukim terhadap warga Palestina merupakan bagian dari strategi sistematis untuk memaksa penduduk asli meninggalkan tanah mereka.
Data dari Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Otoritas Palestina mencatat bahwa pasukan penjajah dan pemukim Israel melakukan 23.827 serangan terhadap warga sipil Palestina dan harta benda mereka di seluruh Tepi Barat sepanjang tahun 2025 saja.