Kanada Tangkap dan Interogasi Mantan Pakar HAM PBB

Kanada Tangkap dan Interogasi Mantan Pakar HAM PBB

16 Feb 2026 - Berita

Seorang mantan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikenal karena menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia Israel mengatakan dia ditahan dan diinterogasi oleh pejabat Kanada atas dasar "keamanan nasional" saat bepergian ke Kanada untuk sebuah acara terkait Gaza minggu ini.

Richard Falk, seorang sarjana hukum internasional yang berbasis di AS, mengatakan bahwa ia dan istrinya, peneliti hukum Hilal Elver, dihentikan di Bandara Toronto Pearson pada hari Kamis dan menjalani interogasi selama berjam-jam.

Falk, yang menjabat sebagai pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki dari tahun 2008 hingga 2014, menambahkan bahwa ia diberitahu bahwa otoritas Kanada menganggap pasangan tersebut berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Pria berusia 95 tahun itu menggambarkan pertemuan itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam karier panjangnya dan mengatakan mereka ditanya secara rinci tentang pekerjaan akademis mereka di Israel, Gaza, dan isu-isu terkait genosida.

Pasangan itu telah melakukan perjalanan ke Ottawa untuk mengambil bagian dalam Pengadilan Palestina tentang Tanggung Jawab Kanada, pertemuan dua hari para ahli hukum dan hak asasi manusia internasional.

Pengadilan tersebut memeriksa peran Kanada dalam genosida militer Israel selama dua tahun di Gaza.

Falk mengatakan interogasi tersebut berlangsung lebih dari empat jam dan, meskipun bernada sopan, tampak tidak fokus dan tidak teratur. Ia yakin insiden tersebut merupakan bagian dari upaya global yang lebih luas untuk mengintimidasi atau meminggirkan para pengkritik tindakan Israel di Gaza. Tindakan tersebut, ujarnya, mencerminkan meningkatnya keresahan pemerintah terhadap perspektif yang berbeda mengenai konflik tersebut.

Badan Layanan Perbatasan Kanada tidak mengomentari kasus Falk tetapi mengatakan pemeriksaan sekunder adalah bagian standar dari proses pemeriksaan keamanan dan tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti kesalahan.

Global Affairs Canada tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah interogasi itu terkait dengan posisi politik Falk atau partisipasinya di pengadilan.

Senator Kanada Yuen Pau Woo, yang mendukung pengadilan tersebut, mengatakan ia "terkejut" bahwa para cendekiawan terkemuka diinterogasi atas dasar keamanan nasional. Ia berpendapat bahwa jika penahanan tersebut terkait dengan pekerjaan mereka di Gaza, hal itu menimbulkan kekhawatiran serius tentang apakah Kanada menganggap advokasi hak-hak Palestina sebagai ancaman keamanan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan Kanada atas dukungan jangka panjangnya terhadap Israel. Meskipun Ottawa menangguhkan izin ekspor senjata baru ke Israel pada tahun 2024, para peneliti mengatakan masih terdapat celah hukum yang memungkinkan senjata buatan Kanada mencapai Israel, seringkali melalui Amerika Serikat.

Karena serangan Israel terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata, Falk mengatakan penting untuk mengungkap kondisi di Gaza. Ia memperingatkan bahwa keyakinan bahwa genosida telah berakhir adalah menyesatkan, dan menggambarkan tindakan Israel saat ini sebagai kelanjutan yang berkepanjangan dan "bertahap" dari kekerasan sebelumnya.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya