Komite Gereja Palestina Serukan Gereja Dunia Lawan Upaya Israel Melarang Bantuan Kemanusiaan
16 Feb 2026 - Berita
Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja di Palestina menyerukan kepada gereja-gereja di seluruh dunia untuk bertindak cepat dan tegas membela operasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Seruan ini disertai peringatan atas kampanye terorganisir Israel yang bertujuan melarang dan melumpuhkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Dalam pesan resmi yang dikirim kepada para pemimpin gereja global, Presiden Komite Ramzi Khouri menegaskan bahwa langkah-langkah Israel terhadap organisasi non-pemerintah internasional yang bekerja di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem merupakan eskalasi berbahaya yang merusak prinsip-prinsip dasar kemanusiaan serta misi etis gereja.
Khouri menjelaskan bahwa kebijakan Israel yang menangguhkan, melarang, atau mencabut pendaftaran organisasi internasional telah berdampak pada setidaknya 37 lembaga kemanusiaan, termasuk sejumlah organisasi yang secara langsung berafiliasi dengan gereja dan komunitas Kristen. Lembaga-lembaga tersebut selama ini menjadi penopang utama bagi ratusan ribu warga sipil Palestina yang hidup di bawah pengepungan.
“Apa yang terjadi di Gaza hari ini jauh melampaui sekadar pembatasan akses kemanusiaan,” ujar Khouri.
“Ini adalah upaya yang disengaja untuk mengkriminalisasi bantuan itu sendiri dan melumpuhkan lembaga-lembaga yang menopang bahkan kondisi hidup paling mendasar di tengah pengepungan, perang, dan runtuhnya tatanan sosial,” tambahnya.
Khouri menegaskan bahwa diam dalam situasi seperti ini bukanlah netralitas, melainkan sebuah kegagalan moral. Ia memperingatkan bahwa pelarangan kerja kemanusiaan, di saat Gaza membutuhkan masuknya ratusan truk bantuan setiap hari, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan Israel tersebut bertentangan secara langsung dengan nilai-nilai Kristen, yang menjunjung tinggi kesucian hidup dan martabat manusia sebagai inti ajaran gereja.
Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja di Palestina menyerukan agar gereja-gereja dunia mengambil posisi yang jelas dan terbuka dalam menentang penargetan dan pelarangan organisasi kemanusiaan internasional oleh Israel.
Selain itu, Khouri mendesak adanya tekanan moral dan internasional yang terpadu untuk menjamin pembukaan perbatasan serta pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang memadai guna memenuhi kebutuhan mendesak penduduk Gaza.
“Solidaritas dengan Gaza tidak boleh berhenti pada retorika,” kata Khouri. “Solidaritas harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mengubah keyakinan menjadi aksi.”
Seruan ini disampaikan di tengah peringatan berulang dari organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia bahwa pembatasan bantuan oleh Israel terus mendorong warga sipil Gaza ke arah bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.