Kondisi Kritis, Nyawa Direktur RS Kamal Adwan Gaza Terancam di Tahanan Israel
Kondisi Kritis, Nyawa Direktur RS Kamal Adwan Gaza Terancam di Tahanan Israel

Kondisi Kritis, Nyawa Direktur RS Kamal Adwan Gaza Terancam di Tahanan Israel

05 Jul 2026 - Berita

Lembaga hak asasi manusia Physicians for Human Rights Israel mengeluarkan peringatan lokal mengenai kondisi kesehatan Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Dr. Hussam Abu Safia. Pihak lembaga menyatakan bahwa nyawa dokter terkemuka asal Gaza Utara tersebut kini berada dalam bahaya besar setelah mengalami dugaan penyiksaan berat di dalam tahanan Israel.


Dr. Hussam Abu Safia telah ditahan oleh otoritas Israel tanpa dokumen dakwaan resmi selama lebih dari 555 hari, sejak ditangkap saat bertugas pada 27 Desember 2024. Penahanan ini merupakan bagian dari gelombang serangan yang menargetkan sistem kesehatan di Gaza Utara.


Anak kandung Dr. Hussam, Elyas Abu Safia, mengungkapkan bahwa sang ayah dipindahkan ke sel isolasi di penjara dengan pengamanan ketat Nitzan (Rakefet). Berdasarkan kunjungan pengacara hukum pada 2 Juli kemarin, kondisi fisik Dr. Hussam dilaporkan memburuk drastis akibat tindakan kekerasan.


"Wajah ayah saya berubah akibat bekas penyiksaan, luka-luka, dan darah yang harus ia tahan di dalam penjara. Beliau kesulitan bernapas dan tidak mampu berbicara," ujar Elyas dalam pesan video singkat. Pengacara yang menjenguknya juga menambahkan bahwa Dr. Hussam mengalami memar parah di bagian kepala, mata, telinga, hingga leher, serta berulang kali kehilangan kesadaran.


Hingga saat ini, pihak otoritas Israel mengklasifikasikan Dr. Hussam sebagai "unlawful combatant", sebuah status hukum yang kerap digunakan untuk menahan warga Palestina dalam jangka waktu lama tanpa melalui proses persidangan yang sah di tengah situasi penjajahan ini.


Pihak keluarga bersama organisasi kemanusiaan internasional mendesak dunia untuk segera bertindak dan menuntut pembebasan Dr. Hussam. Selain Dr. Hussam, saat ini tercatat ada sedikitnya 13 dokter dan tenaga medis lain dari Gaza yang masih mendekam di tahanan Israel tanpa kejelasan hukum.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya