Musim Dingin Renggut Nyawa Warga Gaza
Musim Dingin Renggut Nyawa Warga Gaza

Musim Dingin Renggut Nyawa Warga Gaza

29 Dec 2025 - Berita

Pertahanan Sipil Gaza telah memperingatkan bahwa tenda pengungsian bukan lagi solusi kemanusiaan yang layak, karena serangkaian sistem tekanan rendah musim dingin yang kuat menghantam Jalur Gaza, menyebabkan puluhan orang tewas dan kerusakan yang meluas.

Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan bahwa tenda-tenda yang menampung keluarga pengungsi telah terbukti gagal total, tidak memberikan perlindungan dari dingin atau hujan lebat dan roboh di bawah kondisi cuaca yang buruk. Ia menekankan bahwa tenda-tenda tidak lagi dapat dianggap sebagai respons yang manusiawi terhadap krisis yang dihadapi penduduk Gaza.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, Basal menyerukan dimulainya segera upaya rekonstruksi dan penyediaan perumahan yang aman dan layak yang melindungi kehidupan dan hak-hak dasar warga Palestina.

Menurut Badan Pertahanan Sipil, sejak sistem cuaca terbaru dimulai, delapan belas bangunan tempat tinggal telah runtuh sepenuhnya, mengakibatkan kerugian material dan korban jiwa yang signifikan.

Basal mengatakan badai tersebut telah mengakibatkan kematian 25 orang, termasuk enam anak yang meninggal karena kedinginan ekstrem. Runtuhnya bangunan dan insiden yang melibatkan sumur dan kolam penampungan air hujan mengakibatkan kematian tambahan.

Ia menambahkan bahwa lebih dari 110 bangunan tempat tinggal mengalami keruntuhan sebagian yang berbahaya, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap nyawa ribuan warga yang tinggal di dalam atau di dekat bangunan-bangunan tersebut.

Situasi bagi keluarga pengungsi semakin memburuk. Basal melaporkan bahwa lebih dari 90 persen tenda pengungsi telah diterbangkan atau terendam banjir akibat angin kencang dan hujan deras, yang menggarisbawahi skala bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Tenda-tenda di seluruh wilayah Jalur Gaza rusak atau terendam, menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung sementara. Banjir telah menghancurkan pakaian, kasur, dan selimut, yang semakin memperparah penderitaan manusia yang sudah belum pernah terjadi sebelumnya.

Tim Pertahanan Sipil kewalahan menghadapi skala keadaan darurat. Basal mengatakan bahwa tim telah menerima lebih dari 700 panggilan darurat sejak awal sistem tekanan rendah saat ini, mulai dari menyelamatkan orang-orang yang terjebak banjir hingga menanggapi runtuhnya bangunan dan kerusakan parah.

Mengulangi seruannya yang mendesak, Basal meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera dan serius guna memberikan bantuan kemanusiaan darurat dan memenuhi kebutuhan mendesak, memperingatkan bahwa tanpa intervensi cepat, bencana di Gaza akan terus meningkat.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya