
Parah! 15 Orang Meninggal Dilaparkan Israel Hanya dalam 24 Jam
18 Aug 2025 - Berita
Setidaknya 15 orang, termasuk empat anak-anak, meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi di Jalur Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina. Mereka menyebut kematian ini sebagai akibat langsung dari blokade Israel yang membatasi secara ekstrem pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan ke wilayah yang terkepung itu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, kementerian menyatakan bahwa meningkatnya jumlah korban mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin parah. Hingga saat ini, jumlah kematian resmi akibat kelaparan telah mencapai 101 jiwa, termasuk 80 anak-anak, sejak Israel memulai serangan militernya di Gaza pada Oktober 2023.
Tenaga medis di wilayah utara dan selatan Gaza melaporkan lonjakan kasus malnutrisi akut, dehidrasi, dan berbagai komplikasi, terutama pada anak-anak, lansia, serta pasien dengan penyakit kronis. Banyak rumah sakit dan klinik darurat yang tersisa di Gaza kini beroperasi tanpa listrik, air bersih, atau pasokan medis yang mencukupi.
Angka-angka ini muncul di tengah kekhawatiran internasional yang semakin besar mengenai situasi kelaparan yang mengancam di Gaza. Organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk PBB dan Dokter Lintas Batas, telah berulang kali memperingatkan bahwa blokade Israel, ditambah penghancuran lahan pertanian, toko roti, dan gudang makanan, menciptakan kondisi di mana kelaparan dijadikan senjata dalam perang.
Israel tetap memperketat kontrol atas distribusi bantuan, terutama ke Gaza utara—wilayah yang paling parah terdampak kelaparan. Meski ada bantuan yang masuk ke Gaza selatan melalui kerja sama dengan pihak internasional, distribusinya tetap terbatas, kacau, dan berisiko tinggi karena pertempuran yang terus berlangsung.
Awal tahun ini, Mahkamah Internasional memerintahkan Israel mengambil langkah nyata untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan mencegah kondisi yang dapat mengarah pada genosida. Namun, menurut kelompok-kelompok HAM, situasi di lapangan justru semakin memburuk, dan Israel belum memenuhi kewajiban hukum tersebut.
Kemarahan dunia pun terus meningkat. Badan-badan PBB memperkirakan lebih dari satu juta warga Gaza kini berada dalam kondisi rawan pangan yang "katastrofik", banyak di antaranya hanya makan sekali atau bahkan kurang setiap harinya. Program Pangan Dunia telah memperingatkan bahwa bencana kelaparan massal akan tak terhindarkan jika akses kemanusiaan tidak segera dibuka secara luas.
Pejabat Palestina menyerukan tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan blokade dan membuka jalur bantuan sepenuhnya. "Dunia menyaksikan anak-anak tewas bukan karena bom, tapi karena kelaparan," ujar seorang pejabat kesehatan di Gaza.
Menjelang bulan ke-10 perang, lebih dari 2,3 juta penduduk Gaza terus hidup dalam penderitaan di tengah salah satu krisis kemanusiaan paling serius dalam sejarah modern. Tanpa langkah internasional yang cepat dan tegas, para pejabat kesehatan memperingatkan, angka kematian akibat kelaparan akan melonjak drastis dalam waktu dekat.