Penerbangan Misterius 153 Warga Gaza ke Johannesburg, Diduga Pemindahan Paksa
Penerbangan Misterius 153 Warga Gaza ke Johannesburg, Diduga Pemindahan Paksa

Penerbangan Misterius 153 Warga Gaza ke Johannesburg, Diduga Pemindahan Paksa

16 Feb 2026 - Berita

Pendaratan pesawat carteran yang membawa 153 warga Gaza di Johannesburg pada 13 November menggemparkan Afrika Selatan setelah terungkap bahwa para penumpang tiba tanpa dokumen, tanpa informasi tujuan, dan tanpa sepengetahuan pemerintah. Evakuasi itu difasilitasi oleh Al-Majd Europe, organisasi yang mengaku lembaga kemanusiaan tetapi tidak dikenal otoritas Afrika Selatan ataupun diplomat Palestina. Aktivis menyebut kelompok ini sebagai kedok operasi pemindahan paksa Israel, terlebih setelah Associated Press mengonfirmasi bahwa militer Israel membantu perpindahan mereka dari Gaza ke Bandara Ramon.

Para penumpang yang banyak di antaranya profesional, melaporkan bahwa mereka direkrut lewat WhatsApp, diminta membayar $1.500–$5.000, dan bahkan tidak mengetahui destinasi akhir. Boarding pass menunjukkan tujuan acak seperti India, Malaysia, hingga Indonesia. Setibanya di Johannesburg, mereka tidak punya dokumen, tidak diberi akomodasi yang dijanjikan, dan sebagian besar tiba dalam kondisi dehidrasi, kelaparan, tanpa barang bawaan, dan anak-anak tidak diganti popok selama 24 jam.

Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan para penumpang “secara misterius” dinaikkan ke pesawat, menyoroti kegagalan koordinasi dan respons lambat Departemen Dalam Negeri yang dipimpin menteri pro-Israel. Setelah tekanan besar dari aktivis, visa 90 hari akhirnya diberikan.

Kedutaan Palestina di Pretoria mengecam operasi tersebut sebagai eksploitasi terhadap keluarga Gaza yang putus asa, sementara kelompok masyarakat sipil mendesak penyelidikan penuh terhadap Al-Majd Eropa dan terhadap bagaimana pemerintah Afrika Selatan menangani insiden ini. Aktivis menyebutnya “memalukan” bagi negara yang selama ini lantang menentang genosida di forum internasional.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya