PM Spanyol Tegaskan Kedaulatan Berlaku untuk Palestina, Ukraina, dan Venezuela
08 Jan 2026 - Berita
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah merupakan prinsip yang tidak dapat diganggu gugat, dan harus diterapkan secara setara terhadap semua wilayah, termasuk Jalur Gaza Palestina, Ukraina, dan Venezuela.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Selasa, Sánchez menyatakan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara dan integritas wilayah adalah prinsip yang tidak dapat dikompromikan. “Dari Ukraina hingga Gaza, termasuk Venezuela,” tulisnya, menekankan konsistensi posisi Spanyol terhadap hukum internasional.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kembali menghangatnya diskusi internasional menyusul komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyoroti pentingnya strategis Greenland dan menyatakan pulau tersebut diperlukan demi keamanan nasional AS.
Menanggapi hal itu, Sánchez menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali dukungan penuh Spanyol terhadap Denmark dan rakyat Greenland. Ia menegaskan bahwa Spanyol akan selalu berpegang pada prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa dan solidaritas internasional.
“Spanyol akan selalu berkomitmen penuh pada PBB,” kata Sánchez, seraya menyatakan solidaritas Madrid terhadap Denmark dan Greenland.
Dalam perkembangan terkait, Spanyol bergabung dengan Brasil, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Chili dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Minggu, yang menolak tindakan militer sepihak Amerika Serikat di wilayah Venezuela.
Pernyataan tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi di Venezuela dan mengecam langkah-langkah yang dinilai melanggar prinsip dasar hukum internasional, khususnya larangan penggunaan atau ancaman kekerasan serta kewajiban menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain.
Enam negara tersebut memperingatkan bahwa tindakan semacam itu menciptakan preseden berbahaya bagi perdamaian dan keamanan regional, serta berisiko membahayakan penduduk sipil.
Mereka menegaskan bahwa krisis di Venezuela harus diselesaikan secara damai, melalui dialog dan negosiasi yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela, tanpa campur tangan asing.
Spanyol sendiri menjadi rumah bagi salah satu diaspora Venezuela terbesar di dunia, termasuk sejumlah tokoh oposisi Presiden Nicolás Maduro seperti Edmundo González dan Leopoldo López.
Sehari sebelumnya, sekitar 1.000 demonstran berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di Madrid untuk mengecam apa yang mereka sebut sebagai “agresi imperialis” terhadap Venezuela. Para demonstran mengibarkan bendera Venezuela serta spanduk dan bendera Partai Podemos Spanyol dan Partai Komunis Spanyol.