Sebulan Gencatan Senjata, Israel Masih Lanjutkan Genosida di Gaza
Sebulan Gencatan Senjata, Israel Masih Lanjutkan Genosida di Gaza

Sebulan Gencatan Senjata, Israel Masih Lanjutkan Genosida di Gaza

16 Feb 2026 - Berita

Sebulan setelah gencatan senjata diumumkan, pendudukan Israel terus membunuh warga Palestina, merusak kehidupan sipil, dan mempertahankan kondisi genosida di Jalur Gaza. Sementara dunia internasional tetap bungkam, lebih dari dua juta rakyat Palestina masih terjebak di bawah pengepungan brutal, kebijakan kelaparan terencana, dan penghancuran sistematis yang menghalangi pemulihan dari 25 bulan kehancuran kemanusiaan.

Pemantau hak asasi manusia melaporkan rata-rata delapan warga Palestina gugur setiap hari akibat blokade yang terus diperketat. Israel tetap membatasi pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, akses keluar-masuk, serta layanan kesehatan menciptakan kebijakan kematian perlahan yang disengaja, diiringi penghancuran fisik rumah dan infrastruktur sipil.

Di lapangan, pasukan pendudukan Israel terus membombardir permukiman di Kota Gaza dan Khan Younis dengan serangan udara, tembakan artileri, hingga pembongkaran rumah-rumah. Pelanggaran gencatan senjata terjadi setiap hari. Sejak 10 Oktober, 242 warga Palestina termasuk setidaknya 85 anak telah syahid dan lebih dari 619 lainnya terluka, membuktikan bahwa gencatan senjata hanya ada di atas kertas, bukan pada kehidupan rakyat Gaza.

Lebih dari separuh wilayah Gaza masih berada di bawah kontrol militer Israel dan di luar mekanisme pemantauan mana pun. Pengeboman dan perataan bangunan bahkan terus dilakukan di area yang seharusnya bebas bentrokan, bagian dari upaya menghapus fondasi kehidupan sipil di Gaza.

Kelompok hak asasi manusia menegaskan tuntutan mereka: pemulangan penuh pengungsi, pembukaan kembali semua penyeberangan, misi perlindungan internasional, serta penghentian kerja sama senjata dan keamanan dengan Israel. Mereka memperingatkan bahwa diamnya komunitas internasional adalah bentuk keterlibatan langsung dalam genosida terhadap rakyat Palestina.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya