8.000 Jenazah Masih Terperangkap di Bawah Reruntuhan Gaza
16 Feb 2026 - Berita
Menurut Pertahanan Sipil Gaza, sekitar 8.000 orang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di seluruh Jalur Gaza, bahkan setelah upaya ekstensif untuk menemukan jenazah.
Tim penyelamat mengatakan mereka bekerja dalam kondisi yang sangat menantang dengan sumber daya dan alat berat yang terbatas, yang membuat akses ke banyak lokasi yang hancur hampir mustahil.
Banyak jenazah telah membusuk atau rusak parah sehingga sulit diidentifikasi karena operasi pencarian terus berlanjut dengan peralatan dan dukungan teknis yang tidak memadai. Lebih dari 3.000 orang masih secara resmi terdaftar sebagai hilang, tanpa informasi yang dapat diandalkan mengenai apakah mereka masih hidup, meninggal, atau ditahan.
Kesulitan yang terus berlanjut dalam pengambilan jenazah disebabkan oleh skala kehancuran di Gaza dan kekurangan alat penggalian.
Personel Pertahanan Sipil mengatakan bahwa mereka sering kali harus memprioritaskan penyelamatan para penyintas daripada evakuasi jenazah, terutama di tempat-tempat di mana akses terhalang atau berbahaya.
Para pejabat kemanusiaan dan kesehatan memperingatkan bahwa keberadaan sisa-sisa jenazah dan puing-puing yang membusuk dalam waktu lama menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang serius, termasuk kemungkinan wabah penyakit.
Dengan puing-puing menutupi sebagian besar wilayah tersebut dan tim penyelamat berjuang untuk memperluas operasi, banyak keluarga terus mencari orang-orang terkasih mereka di bawah reruntuhan.