Israel Tutup Kasus Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman
Israel Tutup Kasus Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman

Israel Tutup Kasus Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman

14 Mar 2026 - Berita

Israel mengumumkan penutupan penyelidikan dalam kasus dugaan pemerkosaan dan penyiksaan terhadap seorang sandera Palestina di fasilitas penahanan Sde Teiman, serta membatalkan seluruh dakwaan terhadap para tentara yang sebelumnya dituduh terlibat dalam kasus tersebut.


Dalam pernyataannya, juru bicara militer Israel mengatakan keputusan tersebut diambil karena adanya “keadaan luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya” yang mempengaruhi jalannya penyelidikan. Faktor tersebut termasuk kesulitan memindahkan materi investigasi sensitif dari kepolisian serta berbagai kendala hukum yang disebut menghambat kelanjutan proses peradilan.


Netanyahu menyambut keputusan tersebut dan menyatakan kasus itu telah “mencoreng reputasi Israel secara belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia juga menilai proses penutupan perkara terhadap para tentara Israel tersebut seharusnya tidak memakan waktu lama.


Kasus ini bermula dari video yang bocor pada Juli 2024, yang menunjukkan sejumlah tentara dari Unit 100 militer Israel melakukan kekerasan terhadap seorang tahanan Palestina di dalam fasilitas Sde Teiman, yang berada di Gurun Negev dan sering dijuluki sebagai “Guantanamo Israel.”


Rekaman tersebut memperlihatkan para sandera Gaza tergeletak di tanah dengan mata tertutup. Dalam video itu, para tentara terlihat memukuli, menendang, serta diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang sandera yang ditangkap dari Kamp Jabalia, Gaza Utara.


Menurut laporan medis yang dikutip media Israel Haaretz, korban mengalami luka serius, termasuk robekan usus, cedera berat pada anus dan paru-paru, serta patah tulang rusuk, dan harus menjalani operasi setelah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi pendarahan hebat.


Delapan tentara cadangan sempat ditangkap oleh polisi militer Israel pada 29 Juli 2024 terkait kasus tersebut. Namun penangkapan itu memicu protes besar dari kelompok pendukung tentara, termasuk aksi penyerbuan pangkalan militer dan serangan terhadap jurnalis serta penyelidik.


Pusat Palestina untuk Pembelaan Sandera menilai keputusan menutup kasus tersebut sebagai upaya untuk menutupi kejahatan penyiksaan dan kekerasan seksual terhadap sandera Palestina di pusat penahanan Israel.


Dalam pernyataannya, lembaga tersebut mengatakan langkah itu menunjukkan adanya impunitas sistematis bagi pelaku pelanggaran serius terhadap tahanan Palestina.


Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi di fasilitas Sde Teiman bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola pelanggaran yang lebih luas terhadap para sandera Palestina.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya