AS Deportasi 8 Orang Palestina ke Wilayah-48
AS Deportasi 8 Orang Palestina ke Wilayah-48

AS Deportasi 8 Orang Palestina ke Wilayah-48

08 Feb 2026 - Berita

Amerika telah mengirim dua penerbangan deportasi dari AS ke wilayah-48 menggunakan jet pribadi, menurut The Guardian dan +972 Magazine. Penerbangan pertama, pada tanggal 21 Januari, membawa delapan warga Palestina dari Arizona ke Tel Aviv, sementara penerbangan kedua berlangsung pada hari Senin.


Kedua penerbangan tersebut dioperasikan oleh Dezer Development, sebuah perusahaan real estat yang didirikan oleh pengusaha Israel-Amerika Michael Dezer dan sekarang dijalankan oleh putranya, Gil, di Florida. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka tidak diberitahu identitas penumpang ketika disewa oleh pemerintah AS melalui Journey Aviation.


Para deportan disambut di wilayah pendudukan Palestina oleh penjaga bersenjata dan dilaporkan diturunkan "di pinggir jalan" dekat Ni'lin di Tepi Barat yang dijajah. Di antara mereka yang dideportasi adalah Maher Awad yang berusia 24 tahun dan Sameer Zeidan yang berusia 47 tahun, keduanya penduduk tetap AS. Mereka menceritakan bahwa mereka diborgol sepanjang penerbangan, sehingga tugas-tugas dasar seperti makan menjadi sangat sulit.


Awad, yang tiba di AS pada usia 15 tahun, memiliki seorang putra yang baru lahir di Michigan. Kini ia terpisah dari anaknya itu. Sedangkan keluarga Zeidan tinggal di Louisiana. Keduanya bukanlah imigran ilegal, dan tak ada catatan kriminal sebelumnya untuk dideportasi.


Penerbangan-penerbangan tersebut, yang mengisi bahan bakar di New Jersey, Irlandia, dan Bulgaria, menuai kritik internasional. Para anggota parlemen Irlandia mengecam izin untuk mengisi bahan bakar di Irlandia sebagai tindakan yang tercela dan keterlaluan.


Departemen Luar Negeri AS membela deportasi tersebut sebagai bagian dari upaya mereka untuk memulihkan keamanan perbatasan dan keselamatan publik berdasarkan Perintah Eksekutif 14159.

Operasi ini tidak biasa, karena AS biasanya menggunakan pesawat komersial untuk deportasi, dan Israel jarang membantu memulangkan warga Palestina ke wilayah yang diduduki militer.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya