Cuaca Ekstrem Gaza, Bayi Palestina Meninggal Dunia
10 Jan 2026 - Berita
Seorang bayi Palestina berusia satu minggu gugur pada Sabtu akibat hawa dingin ekstrem yang melanda Jalur Gaza, menambah deretan korban sipil dari krisis kemanusiaan yang terus memburuk di wilayah tersebut.
Sumber-sumber lokal mengonfirmasi bahwa bayi tersebut, Mahmoud Al-Aqra, berasal dari Deir al-Balah, Gaza tengah, dan gugur akibat paparan suhu dingin yang menusuk tulang di tengah kondisi tempat tinggal darurat yang tidak layak.
Dalam beberapa pekan terakhir, Jalur Gaza dilanda gelombang dingin berkepanjangan dan badai musim dingin hebat. Kondisi ini telah menyebabkan puluhan anak Palestina gugur, sementara ribuan keluarga pengungsi terpaksa bertahan di tenda-tenda rapuh tanpa perlindungan memadai dari hujan, angin, dan suhu beku.
Sedikitnya 53.000 tenda pengungsian dilaporkan terendam banjir atau rusak parah, membuat warga sipil—terutama bayi, anak-anak, dan lansia—terpapar langsung cuaca ekstrem tanpa akses pemanas, selimut, maupun tempat berlindung yang aman.
Bencana kemanusiaan ini terus memburuk akibat gagalnya Israel mematuhi perjanjian gencatan senjata dan protokol kemanusiaan, khususnya dalam mengizinkan masuknya material tempat tinggal, tenda darurat, dan unit perumahan bergerak yang sangat dibutuhkan untuk melindungi warga sipil Gaza.
Warga Gaza kini menghadapi kondisi yang semakin tidak manusiawi setelah perang dahsyat selama hampir dua tahun, yang telah menyebabkan lebih dari 70.000 warga Palestina gugur, lebih dari 171.000 orang terluka, serta kerusakan hampir 90 persen infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, jaringan air, dan fasilitas listrik.
Kematian bayi akibat cuaca dingin ini kembali menegaskan bahwa anak-anak Palestina menjadi korban paling rentan dari kombinasi perang, pengungsian massal, dan blokade berkepanjangan yang menghalangi bantuan kemanusiaan dasar masuk ke Jalur Gaza.