Dana Amal Australia Mengalir ke Israel di Tengah Genosida Gaza
16 Feb 2026 - Berita
Pada tahun 2024, sebuah lembaga amal asal Australia yang mengklaim bergerak di bidang kemanusiaan menyalurkan hampir 29 juta dolar AS kepada Keren Hayesod, organisasi yang secara terbuka menyebut dirinya sebagai salah satu pilar utama negara penjajah Israel dan bagian dari prioritas nasionalnya, termasuk mendukung warga diaspora Yahudi yang datang dari luar negeri untuk mendaftar menjadi tentara Israel.
Aliran dana ini terjadi pada periode ketika genosida Israel di Jalur Gaza mencapai titik paling brutal. Setiap harinya, lebih dari 100 warga Palestina gugur, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Lembaga amal yang dimaksud adalah United Israel Appeal (UIA) Australia, yang berfungsi sebagai badan penggalangan dana resmi Keren Hayesod di negara tersebut. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Komisi Amal dan Nirlaba Australia, sejak 2013 UIA Australia secara konsisten menyalurkan sebagian besar donasi bebas pajak dan pendapatan sponsor langsung ke Keren Hayesod. Total dana yang telah ditransfer selama periode itu mendekati 300 juta dolar AS.
Temuan ini pertama kali diungkap oleh media independen Michael West Media.
Di tengah sorotan tersebut, UIA Australia diketahui tengah mempersiapkan acara gala bergengsi pada tahun 2026. Ron Dermer, mantan duta besar Israel untuk Amerika Serikat sekaligus penasihat senior perdana menteri Israel, dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam acara itu.
UIA menyatakan misi jangka pendeknya adalah memberikan bantuan, layanan kesejahteraan, pendidikan, serta transportasi ke Israel bagi individu yang menghadapi penganiayaan, kelaparan, atau kesulitan ekonomi di luar negeri. Sementara itu, misi jangka panjangnya diklaim berfokus pada integrasi mereka ke dalam masyarakat Israel dan penyediaan pelatihan kejuruan.
Namun, muncul pertanyaan serius mengenai keselarasan misi tersebut dengan dukungan terhadap warga diaspora Yahudi yang secara sukarela pergi ke Israel untuk bergabung dengan militer penjajah, terutama setelah 7 Oktober 2023 dan dimulainya agresi besar-besaran terhadap Gaza.
Middle East Eye telah menghubungi UIA Australia untuk meminta klarifikasi terkait penyaluran dana tersebut dan tujuan penggunaannya, tetapi hingga laporan dipublikasikan tidak ada tanggapan yang diberikan.
Keren Hayesod sendiri menghimpun sebagian besar dananya dari luar Israel melalui jaringan lembaga afiliasi di 45 negara. Dana tersebut, antara lain, digunakan untuk mendukung program seperti Wings Lone Soldier, yang memberikan bantuan kepada tentara imigran, membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan sipil, dan menetap secara permanen di Israel.
Imigrasi Yahudi ke Palestina, yang dikenal sebagai aliyah, tetap menjadi salah satu tujuan utama organisasi ini. Dalam laporan dampak Keren Hayesod tahun 2024 disebutkan bahwa mereka mendukung 2.200 “tentara tunggal” sepanjang tahun tersebut, dengan sekitar 65 persen di antaranya memilih menetap di Israel.
Sebuah laporan The Jerusalem Post pada Desember lalu menyebutkan bahwa Keren Hayesod berhasil mengumpulkan 645 juta dolar AS secara global antara 2023 hingga 2025 untuk mendukung Israel selama perang di Gaza. Dalam periode yang sama, lebih dari 71.500 warga Palestina meninggal dunia, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Didirikan pada tahun 1920 dalam Kongres Zionis Dunia, Keren Hayesod dibentuk sebagai respons atas Deklarasi Balfour dan dorongan kolonial untuk imigrasi Yahudi ke Palestina di bawah Mandat Inggris. Di situs resminya, organisasi ini menyebut dirinya sebagai salah satu dari empat lembaga nasional Israel, bersama Organisasi Zionis Dunia, Badan Yahudi untuk Israel, dan Dana Nasional Yahudi, semuanya memiliki status hukum khusus yang dilindungi negara penjajah.
UIA juga beroperasi di Amerika Serikat dan Kanada. Di AS, lembaga ini menggalang dana untuk Jewish Agency for Israel, sementara di Kanada, donasi kembali disalurkan ke Keren Hayesod, memperlihatkan jaringan global pendanaan yang menopang proyek penjajahan Israel.