Generasi Gaza yang Terancam Tanpa Sekolah
05 Sep 2026 - Opini
Oleh: Emad Zaqout
Di tengah sorotan media global yang berfokus pada statistik korban, bantuan kemanusiaan, dan puing-puing bangunan, sebuah krisis berlarut-larut sedang mengintai masa depan Palestina, yakni hilangnya akses pendidikan bagi anak-anak di Gaza.
Ratusan ribu anak di Gaza berada di luar bangku sekolah selama bertahun-tahun bukan sekadar kehilangan waktu belajar, melainkan ancaman terputusnya proses pembentukan karakter dan intelektual satu generasi penuh. Peringatan bahaya harus segera ditiupkan. Anak-anak ini tidak bisa hanya menunggu sekolah dibuka kembali. Mereka membutuhkan program khusus pemulihan akademik dan psikologis untuk mengejar ketertinggalan serta mengembalikan keterampilan dasar yang hilang.
Metode pendidikan jarak jauh (online) maupun titik-titik belajar darurat kerap digadang-gadang sebagai solusi. Namun, realitas di lapangan membuktikan sebaliknya. Bagaimana seorang anak bisa fokus belajar secara daring jika hidup di dalam tenda pengungsian tanpa listrik, koneksi internet, apalagi gawai? Metode ini mungkin membantu segelintir orang, tetapi gagal menjangkau mayoritas anak.
Lalu metode itik-titik belajar darurat (educational points) yang diinisiasi oleh berbagai pihak memang patut diapresiasi, namun kapasitasnya jauh dari kata cukup untuk menampung besarnya skala krisis ini. Masalah ini juga tidak hanya menimpa anak-anak usia sekolah dasar, tetapi juga para pelajar yang lebih tua. Waktu luang yang terbuang bertahun-tahun memicu penurunan fokus, daya tangkap, hingga penurunan standar akademik yang mengancam masa depan mereka.
Sektor pendidikan di Gaza membutuhkan rencana darurat komprehensif yang diusung oleh lembaga internasional, organisasi kemanusiaan, dan otoritas terkait. Pendidikan bukanlah kemewahan yang bisa ditunda sampai situasi membaik. Jika bantuan pangan berfungsi menyelamatkan nyawa mereka hari ini, maka pendidikan adalah satu-satunya hal yang mampu menyelamatkan masa depan mereka esok hari.
Menunggu hingga perang berakhir untuk mulai bertindak hanya akan membuat kita tersadar dalam keterlambatan: bahwa kita telah kehilangan satu generasi penuh yang membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk memulihkan apa yang hilang dari diri mereka.
Sumber: https://shehabnews.com/p/163290