Pejabat Israel Makin Gencar Suarakan Pengusiran Warga Gaza Menjelang Pemilu
05 Sep 2026 - Berita
Sejumlah pejabat tinggi Israel kembali meningkatkan retorika pengusiran paksa terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Berkedok propaganda "migrasi sukarela", wacana pembersihan etnis ini sengaja digencarkan kembali demi mendulang suara menjelang pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Itamar Ben-Gvir, dalam konferensi pers pada Kamis (3/8) malam meluncurkan blue print pemindahan paksa bertajuk "Disengagement 710". Rencana ekstrem berdurasi tujuh tahun tersebut menargetkan pengusiran hingga 1,86 juta warga Palestina dari tanah air mereka. Ben-Gvir bahkan menegaskan komitmennya untuk mendesak pembentukan "Kementerian Migrasi" pada kabinet mendatang guna memuluskan agenda pembersihan tersebut.
Detail Rencana Pengusiran Ben-Gvir: Mengalokasikan dana awal sebesar 10 miliar shekel untuk memfasilitasi pemindahan paksa, dengan target memindahkan 250.000 warga pada tahun pertama.
Negara Tujuan: Partai rasialis Otzma Yehudit memplot sejumlah negara seperti Turki, Ethiopia, hingga Republik Demokratik Kongo sebagai tempat penampungan warga Gaza yang diusir.
Israel Katz, menyuarakan nada serupa dengan mengklaim Israel siap memindahkan warga Gaza melalui jalur laut maupun udara. Katz juga melobi pihak Washington untuk mengeksekusi rencana pengusiran massal tersebut.
Upaya perampasan tanah ini memicu perlawanan tegas dari pihak Palestina. Ismail al-Thawabta, Direktur Kantor Media Pemerintah di Gaza, menegaskan bahwa warga Palestina memiliki akar yang sangat kuat di tanah leluhur mereka. Segala bentuk gertakan dan skenario pengusiran dari Israel tidak akan pernah mampu menggoyahkan ketahanan warga Gaza untuk tetap bertahan di tanah airnya.