Hamas: Israel Tahan Ratusan Jenazah Palestina, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan
Hamas: Israel Tahan Ratusan Jenazah Palestina, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan

Hamas: Israel Tahan Ratusan Jenazah Palestina, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan

28 Jan 2026 - Berita

Gerakan Hamas menegaskan bahwa otoritas Israel terus menahan jenazah ratusan warga Palestina, termasuk mereka yang tewas selama perang baru-baru ini di Gaza, serta jenazah yang ditahan selama beberapa dekade di apa yang disebut “kuburan bernomor.” Hamas menyebut praktik ini sebagai pelanggaran serius terhadap kemanusiaan dan hukum internasional, sekaligus menyoroti kontras dengan perhatian internasional terhadap jenazah tentara Israel.

Dalam pernyataannya, Hamas mengaitkan krisis ini dengan perang dua tahun yang menghancurkan Gaza dan blokade yang mencegah masuknya alat berat untuk mengevakuasi jenazah dari reruntuhan. Organisasi tersebut menyerukan tindakan internasional mendesak untuk menekan Israel agar menyerahkan jenazah, membuka kembali perlintasan Rafah, dan memungkinkan upaya pemulihan korban tewas dengan martabat.

Kampanye Nasional untuk Pemulihan Jenazah Para Martir dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang melaporkan bahwa 776 jenazah masih ditahan oleh Israel, termasuk 96 tahanan, 77 anak di bawah 18 tahun, dan 10 perempuan. Ratusan jenazah lainnya yang diambil dari Gaza selama perang masih tidak diketahui jumlah pasti dan kondisi penahanannya. Kampanye itu menekankan bahwa tindakan ini melanggar Konvensi Jenewa dan hukum humaniter internasional.

Selain itu, lebih dari 250 jenazah dilaporkan telah digali dan dinodai selama operasi militer Israel baru-baru ini, yang dianggap sebagai kejahatan perang dan pelanggaran hak keluarga korban. Kampanye dan Hamas menyerukan pembebasan semua tahanan Palestina, pengembalian jenazah kepada keluarga, akses Komite Internasional Palang Merah, dan penyelidikan internasional independen terhadap penodaan jenazah serta penahanan sistematis.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya