Hamas Serukan Agar Komite Nasional Masuk Gaza
Hamas Serukan Agar Komite Nasional Masuk Gaza

Hamas Serukan Agar Komite Nasional Masuk Gaza

08 Feb 2026 - Berita

Hamas kembali serukan agar semua pihak internasional memberi tekanan pada Israel agar mengizinkan Komite Nasional Independen untuk Administrasi Gaza memasuki Jalur Gaza dan memulai pekerjaannya, dimulai dengan operasi bantuan darurat.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan dalam sebuah video Telegram bahwa gerakan tersebut telah menyelesaikan semua prosedur yang diperlukan untuk mentransfer wewenang dan pemerintahan di semua sektor kepada komite tersebut.

Ia menjelaskan bahwa proses penyerahan kekuasaan diawasi oleh badan pengawas yang terdiri dari faksi-faksi Palestina, perwakilan masyarakat sipil, pemimpin suku, dan aktor internasional, untuk memastikan transfer tanggung jawab yang penuh, transparan, dan tertib.

Qassem memperingatkan bahwa kegagalan lembaga internasional, para mediator, dan Amerika Serikat untuk mengizinkan komite tersebut memasuki Gaza akan merusak kepercayaan terhadap klaim tentang pemulihan ketenangan, pencapaian perdamaian, atau pembentukan dewan pemerintahan untuk menstabilkan situasi di wilayah tersebut.

Ia mendesak semua pihak untuk menunjukkan kredibilitas dan kapasitas nyata untuk bertindak dengan memungkinkan komite tersebut masuk Gaza, beroperasi dari dalam Jalur Gaza, dan memastikan keberhasilan pekerjaannya di masa mendatang.

Sebelumnya pada 2 Februari lalu, Hamas mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan kesepakatan dengan badan-badan pemerintah dan administratif untuk memfasilitasi penyerahan mereka kepada Komite Nasional untuk administrasi Gaza setelah diizinkan memasuki wilayah tersebut.

Gerakan tersebut juga mengkonfirmasi pembentukan sebuah komite yang mencakup perwakilan dari berbagai faksi, suku, masyarakat sipil, dan tokoh-tokoh dari lembaga internasional untuk mengawasi transfer wewenang pemerintahan dan administrasi kepada komite administrasi Gaza.

Perkembangan ini terjadi pada saat Israel terus menghindari kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata, terlepas dari komitmen penuh faksi-faksi perlawanan Palestina terhadap semua ketentuan perjanjian tersebut.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya