Hamas Tegaskan Komite Administratif Gaza Jadi Fokus Diskusi Kairo
16 Feb 2026 - Berita
Pejabat senior Hamas Taher al-Nunu menegaskan diskusi yang berlangsung di Kairo, Mesir, hanya fokus pada pembentukan komite administratif untuk Jalur Gaza dan bukan pada isu perlucutan senjata
Dalam wawancara dengan Televisi Al Araby al-Nunu mengatakan Israel mencoba mengalihkan perhatian diskusi dari pembentukan komite nasional ke masalah perlucutan senjata
Pernyataan ini muncul saat faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik mengumumkan dukungan mereka pada upaya mediator untuk membentuk "Komite Transisi Nasional Palestina" yang bertujuan mengelola Gaza sekaligus menciptakan kondisi agar komite bisa segera menjalankan tugasnya
Pengumuman itu disampaikan setelah pertemuan di Kairo atas undangan Mesir di bawah naungan Presiden Abdel Fattah el-Sisi sebagai bagian dari mediasi untuk menindaklanjuti implementasi fase-fase perjanjian gencatan senjata Gaza
Al-Nunu menjelaskan diskusi selama dua hari terakhir di Kairo berpusat pada pembentukan komite administratif sebagai langkah menuju peluncuran fase kedua perjanjian
Komite ini akan menjadi badan nasional Palestina yang terdiri dari teknokrat yang mengelola semua urusan publik di Gaza dan memikul tanggung jawab penuh atas wilayah tersebut
Ia menekankan fase pertama perjanjian belum sepenuhnya dilaksanakan khususnya kewajiban Israel termasuk membuka penyeberangan Rafah dua arah mengizinkan masuknya alat berat dan material untuk rekonstruksi serta pembersihan jalan
Terkait perlucutan senjata al-Nunu menegaskan isu itu tidak dibahas dalam pertemuan dan pembicaraan benar-benar terbatas pada komite administratif
Dia menambahkan ada kesiapan penuh di Gaza untuk menyerahkan semua tingkatan administrasi dan tanggung jawab sipil kepada komite nasional sementara peran Hamas dan faksi lain adalah memfasilitasi kerja komite serta memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan
Komite ini diperkirakan akan mengadakan pertemuan di Kairo dengan sebagian besar anggota hadir sebelum memasuki Gaza untuk menjalankan tugasnya secara resmi
Mengenai penyeberangan Rafah dan jenazah tawanan Israel al-Nunu mengatakan Hamas tetap berkomitmen menemukan jenazah tersebut namun hambatan teknis dan logistik masih ada karena larangan Israel terhadap masuknya peralatan penting dan perubahan drastis geografi Gaza akibat kehancuran
Ia menekankan pembukaan kembali Rafah secara hukum tidak terkait dengan penemuan jenazah dan menilai penundaan Israel merupakan upaya menghindari kewajibannya berdasarkan perjanjian
Al-Nunu menutup dengan mengatakan upaya terus dilakukan bersama mediator di Kairo dan Doha serta pihak Turki untuk menekan Israel agar sepenuhnya melaksanakan perjanjian meski Israel berulang kali berusaha menunda dan menghalangi implementasinya