Hanya 30% Bantuan yang Disepakati Bisa Masuk Gaza

Hanya 30% Bantuan yang Disepakati Bisa Masuk Gaza

06 Nov 2025 - Berita

Situasi kemanusiaan di Gaza tetap sangat buruk meskipun gencatan senjata berlaku, menurut Adnan Abu Hasna, penasihat media UNRWA. Ia menjelaskan bahwa hanya sekitar 30% dari bantuan yang disepakati—sekitar 150 hingga 200 truk per hari, yang diizinkan memasuki Jalur Gaza. Jumlah ini jauh dari cukup untuk menopang 2,3 juta penduduk, sebagian besar di antaranya telah kehilangan rumah dan hidup sebagai pengungsi.

UNRWA sendiri memiliki lebih dari 6.000 truk bantuan yang masih tertahan di perlintasan, membawa makanan untuk tiga bulan ke depan dan perlengkapan tempat tinggal bagi 1,3 juta warga Palestina. Namun Israel terus memblokir akses bantuan tersebut, sehingga krisis kemanusiaan kian dalam.

Abu Hasna menegaskan bahwa infrastruktur Gaza hancur total: jaringan air bersih tak berfungsi, sistem pembuangan limbah lumpuh, listrik terputus hampir sepenuhnya, dan telekomunikasi tidak stabil. Tidak ada perbaikan berarti sejak perang dimulai.

Ia mendesak agar izin segera diberikan untuk masuknya tenda, obat-obatan, peralatan medis, serta suku cadang penting untuk fasilitas air dan sanitasi. Tanpa itu, Gaza tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

Sektor kesehatan kini berada di titik kolaps total. Rumah sakit kekurangan hampir semua jenis obat, alat medis, hingga tenaga kesehatan, sementara puluhan ribu orang membutuhkan perawatan segera. UNRWA memperingatkan bahwa wabah penyakit sedang meningkat tajam akibat air yang terkontaminasi, sanitasi buruk, dan tingginya angka malnutrisi.

Lebih dari 90% warga Gaza kini menderita malnutrisi, dari tingkat ringan hingga akut. Ini menciptakan risiko kematian massal, terutama di antara anak-anak.

Sementara itu, ratusan ribu warga, khususnya di Gaza utara dan Kota Gaza, terpaksa hidup di tempat terbuka setelah rumah mereka lenyap dibombardir, tanpa tenda, tanpa sanitasi, dan tanpa sumber daya untuk bertahan dalam kondisi keras.

Gencatan senjata mungkin menghentikan serangan udara untuk sementara, namun penderitaan warga Palestina di Gaza sama sekali belum mereda. Mereka masih hidup di bawah blokade yang mencekik, tanpa akses pada bantuan, layanan dasar, atau keamanan yang layak.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!