IDF Culik Massal 60 Warga Beit Ummar
16 Feb 2026 - Berita
Pasukan penjajah Israel (IDF) melakukan kampanye penculikan massal pada Rabu dini hari di Beit Ummar, utara Hebron, dengan menyandera sedikitnya 60 warga Palestina, mayoritas mantan tawanan, menurut Pusat Informasi Palestina.
Puluhan kendaraan militer menyerbu kota sebelum fajar, menerobos rumah-rumah, merusak properti, dan memaksa penduduk berkumpul di berbagai lingkungan. Dalam operasi berjam-jam itu, IOF bahkan mengubah lapangan sepak bola kota menjadi pusat interogasi darurat, tempat warga diborgol, diinterogasi, lalu dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.
Saksi mata menggambarkan kekacauan total: jalan utama diblokir, pos pemeriksaan didirikan, ambulans dan jurnalis dicegah masuk. Banyak rumah digeledah secara brutal, dengan ponsel dan dokumen disita.
Para korban termasuk mantan tawanan politik, pemuda, dan remaja yang dituduh ikut serta dalam protes menentang pendudukan. Serangan ini terjadi di tengah intensifikasi militer Israel di seluruh Tepi Barat sejak pecahnya perang genosida di Gaza.
Kelompok HAM menyebut penculikan massal ini bagian dari kampanye sistematis untuk mematahkan perlawanan lokal dan menebar teror di komunitas Palestina. Saat ini lebih dari 10.000 warga Palestina ditahan Israel, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, banyak tanpa dakwaan melalui penahanan administratif.
Pejabat lokal di Hebron mengecam operasi di Beit Ummar sebagai “hukuman kolektif” dan mendesak komunitas internasional turun tangan menghentikan penindasan dan penculikan sistematis terhadap warga sipil Palestina.