
Israel Bunuh Jurnalis Foto Fatema Hassouna
16 Apr 2025 - Berita
Pengeboman tanpa henti di Gaza telah merenggut nyawa dua suara seniman paling cemerlang di daerah daerah itu, memadamkan kisah-kisah yang dengan penuh semangat mereka perjuangkan untuk diceritakan.
Pada Rabu pagi, jurnalis foto Palestina terkenal Fatema Hassouna gugur dalam serangan udara Israel yang menghantam rumah keluarganya di lingkungan Tuffah, Kota Gaza.
Setidaknya sembilan anggota keluarganya tewas dalam serangan itu. Tiga belas lainnya dilaporkan mengalami luka kritis.
Hassouna, yang lensanya menangkap kehancuran dan ketangguhan kehidupan yang terkepung, sangat dihormati atas dokumentasinya yang jujur dan menggugah tentang serangan Israel terhadap Gaza.
Gambar-gambarnya menceritakan kisah yang seringkali diabaikan dunia, tentang anak-anak yang bermain di tengah reruntuhan, tentang keluarga-keluarga yang berduka, tentang momen-momen kebahagiaan yang singkat di bawah gemuruh pesawat tempur.
Kematiannya meninggalkan luka yang menganga di komunitas budaya dan jurnalistik Gaza. Teman dan kolega menggambarkannya sebagai sosok yang tak kenal takut, penuh empati, dan sangat berkomitmen untuk menunjukkan kepada dunia seperti apa kehidupan di Gaza sebenarnya.
“Fatema adalah mata kami bagi dunia,” kata seorang rekan jurnalis. “Ia menyuarakan mereka yang tak bersuara dan kini suaranya sendiri telah dibungkam.”
Hanya dua hari sebelumnya, seorang seniman lainnya meninggal dunia. Dina Khaled Zaurub, seorang pelukis berusia 22 tahun yang dikenal karena penggambarannya yang gamblang tentang kehidupan dan warisan Palestina, tewas dalam serangan udara di sebelah barat Khan Younis.
Menurut keterangan anggota keluarga, Zaurub sedang mengerjakan proyek seni bersama saudara perempuannya di dekat resor Sand Beach saat serangan terjadi. Saudara perempuannya selamat dari ledakan, tetapi kehidupan Dina dan kariernya yang sedang berkembang berakhir dalam sekejap.
Karya seni Zaurub telah menjadi simbol perlawanan budaya, memadukan tradisi dengan ekspresi modern dengan cara yang disukai banyak orang di Gaza dan sekitarnya. Karya-karyanya baru-baru ini berfokus pada tema kehilangan, identitas, dan harapan, pesan-pesan yang kini menjadi sangat memilukan karena kematiannya yang terlalu dini.
Bersama-sama, kehilangan Fatema Hassouna dan Dina Zaurub mewakili lebih dari sekadar tragedi pribadi. Mereka menandai terhapusnya memori budaya di negeri tempat kreativitas telah lama menjadi bentuk bertahan hidup. Saat bom terus berjatuhan, Gaza berduka bukan hanya atas kematian mereka, tetapi juga kisah-kisah yang tidak akan pernah diceritakan, gambar-gambar yang tidak pernah diambil, dan karya seni yang tidak pernah diciptakan.