Kepala Kesehatan Palestina Tuntut Penyelidikan Atas Rekor Israel Mendonor Organ
16 Feb 2026 - Berita
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Munir al-Barsh, telah mengajukan pertanyaan serius mengenai angka donasi organ yang memecahkan rekor yang diumumkan oleh Israel, dengan alasan bahwa angka-angka ini gagal menjawab pertanyaan mendasar dan mengkhawatirkan yakjni dari mana asal sejumlah besar ginjal yang didonorkan tersebut?
Dalam sebuah pernyataan pers, al-Barsh menyoroti kontradiksi antara perayaan publik Israel atas statistik donasi organ yang belum pernah terjadi sebelumnya dan praktik yang telah lama didokumentasikan yaitu menahan jenazah warga Palestina yang meninggal selama bertahun-tahun.
Dia mengatakan bahwa pihak berwenang yang sama yang menyimpan jenazah warga Palestina kini menampilkan diri secara internasional sebagai model kemanusiaan di bidang donor organ, tanpa memberikan penjelasan yang jelas tentang sumber organ-organ tersebut.
Al-Barsh mencatat bahwa beberapa jenazah warga Palestina dikembalikan kepada keluarga mereka setelah penahanan yang berkepanjangan dengan organ yang hilang, termasuk ginjal, dan tanpa laporan forensik atau kesempatan untuk pertanggungjawaban.
Ia menekankan bahwa ini bukanlah tuduhan yang didasarkan pada spekulasi, melainkan kasus-kasus yang didukung oleh kesaksian medis dan insiden terdokumentasi yang melibatkan jenazah yang diserahkan dalam keadaan tidak lengkap.
Ia menekankan bahwa warga Palestina tidak menentang pengobatan atau prinsip donor organ itu sendiri. Yang mereka tolak, katanya, adalah penggunaan nilai-nilai kemanusiaan sebagai kedok hubungan masyarakat dan eksploitasi tubuh warga Palestina, baik yang hidup maupun yang mati, untuk menciptakan prestasi yang dipromosikan secara global sementara kebenaran yang mendasarinya tetap disembunyikan.
Al-Barsh menambahkan bahwa kurangnya transparansi, ditambah dengan pencegahan segala bentuk pengawasan internasional, membuat keraguan tak terhindarkan dan mengubah akuntabilitas menjadi kewajiban moral dan hukum. Ia berpendapat bahwa masalahnya bukan tentang merayakan rekor baru, tetapi tentang mengungkap fakta.
Al-Barsh menyatakan bahwa investigasi internasional independen sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi asal-usul organ-organ ini, memastikan siapa yang memberi lampu hijau untuk praktik-praktik tersebut, dan menyelidiki siapa yang tetap diam dan mengapa kebungkaman itu tampaknya dihargai dengan pujian publik dan apa yang disebut sebagai "prestasi."