Krisis Medis, Ribuan Warga Palestina Di Ambanmg Kebutaan Permanen
11 Jan 2026 - Berita
Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza menghadapi risiko kebutaan permanen yang semakin besar akibat blokade Israel yang terus membatasi masuknya peralatan medis penting sementara jumlah cedera mata akibat perang mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya Krisis ini berlangsung hampir 90 hari setelah gencatan senjata diberlakukan dengan sistem kesehatan Gaza masih lumpuh dan tidak mampu merespons besarnya kebutuhan
Dr Abdel Salam Sabah konsultan oftalmolog sekaligus direktur Rumah Sakit Mata yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa pasien dengan cedera mata kini berada dalam ancaman langsung kehilangan penglihatan mereka Kekurangan parah obat obatan alat bedah dan perangkat diagnostik membuat tenaga medis tidak dapat melakukan intervensi penting yang seharusnya dapat menyelamatkan penglihatan pasien
Kami mencatat kasus kehilangan penglihatan hampir setiap hari ujar Dr Sabah seraya menambahkan bahwa pembatasan yang ada membuat dokter tidak berdaya menghadapi cedera mata yang sebenarnya dapat ditangani dengan peralatan memadai
Menurut data otoritas kesehatan Gaza total korban luka akibat perang telah melampaui 171000 orang Sekitar 11 persen di antaranya hampir 17000 kasus merupakan cedera mata Anak anak mencakup sekitar 20 persen dari jumlah tersebut menjadikan mereka kelompok yang sangat rentan karena kondisi fisik yang lebih lemah dan keterbatasan pilihan pengobatan
Dr Sabah mengungkapkan bahwa lebih dari 3000 warga Palestina telah kehilangan penglihatan mereka selama perang berlangsung Ia menegaskan bahwa angka ini kemungkinan masih jauh lebih tinggi mengingat belum adanya pendataan akhir yang komprehensif
Ia juga menekankan bahwa banyak cedera mata khususnya yang melibatkan penetrasi bola mata dan serpihan logam membutuhkan penanganan medis segera Penundaan perawatan katanya sering berujung pada komplikasi serius dan hilangnya penglihatan secara total
Sementara itu Dr Iyad Abu Karsh kepala bagian bedah dan anestesi di Rumah Sakit Mata Gaza melaporkan bahwa di Gaza utara saja tercatat sekitar 2077 kasus cedera mata antara Januari 2024 hingga September 2025 Dari jumlah tersebut 18 persen berakhir dengan pengangkatan mata 34 persen melibatkan benda asing yang tertanam di dalam mata dan 9 persen lainnya mengalami cedera pada kedua mata kondisi yang sangat meningkatkan risiko kebutaan permanen
Organisasi hak asasi manusia turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas skala dan pola cedera ini Mohammed Khairy koordinator di Pusat Hak Asasi Manusia Gaza mengatakan lonjakan cedera mata mencerminkan pola yang mengkhawatirkan berdasarkan investigasi lapangan dan kesaksian para penyintas
Ia menyatakan bahwa warga sipil Palestina mengalami cacat permanen akibat tembakan penembak jitu yang secara langsung menargetkan mata selain cedera dari pemboman dan senjata yang menyebarkan serpihan dalam jumlah besar
Khairy memperingatkan bahwa hampir 5000 pasien kini berada dalam risiko kebutaan akibat hancurnya infrastruktur Rumah Sakit Mata Gaza dan larangan berkelanjutan terhadap masuknya peralatan medis Sekitar 2400 pasien lainnya masih berada dalam daftar tunggu operasi mendesak yang tidak dapat dilakukan di dalam Gaza karena keterbatasan fasilitas
Ia menyebut pembatasan terhadap peralatan medis sebagai bentuk hukuman kolektif dan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa Keempat terlebih ketika tim medis dipaksa bekerja dengan alat alat dasar yang sama sekali tidak memadai untuk menangani cedera kompleks
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober lalu menyusul penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah berpenduduk dan kembalinya sebagian warga yang mengungsi ke Gaza utara Gencatan senjata ini merupakan bagian dari fase awal inisiatif yang didukung Amerika Serikat untuk mengakhiri perang meski krisis kemanusiaan di Gaza masih terus berlangsung