KTT Afrika Serukan Keanggotaan Penuh PBB untuk Palestina
16 Feb 2026 - Berita
KTT Afrika mengakhiri sesi ke-39 di Addis Ababa kemarin (15/2) dengan pernyataan akhir yang komprehensif yang menegaskan posisi politik yang tegas. Tak hanya isu regional, mereka juga menempatkan masalah Palestina di garis depan agendanya.
Para pemimpin Afrika menyerukan pemberian keanggotaan penuh kepada Negara Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejalan dengan keinginan mayoritas komunitas internasional. Mereka menegaskan bahwa langkah ini merupakan hak sah rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mengakhiri pendudukan.
Pernyataan KTT tersebut juga mengutuk keras setiap upaya untuk secara paksa menggusur penduduk Palestina, dan menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Para pemimpin memperingatkan tentang memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade yang diberlakukan dan penolakan masuknya bantuan medis dan bantuan kemanusiaan, yang mengancam nyawa jutaan warga sipil.
KTT tersebut menegaskan kembali solidaritas penuh dengan perjuangan Palestina untuk kebebasan dan pembentukan negara merdeka.
Para pemimpin juga membahas situasi di Sudan, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang mendesak yang mengarah pada gencatan senjata komprehensif di seluruh negeri.
Selama KTT yang diadakan dengan tema Memastikan Ketersediaan Air Bersih yang Berkelanjutan dan Sistem Sanitasi yang Aman untuk Mencapai Tujuan Agenda 2063 , Perdana Menteri Mohammad Mustafa, yang berpartisipasi atas nama Presiden Mahmoud Abbas, menekankan bahwa situasi di Tepi Barat mencerminkan kondisi yang sedang berlangsung di Gaza, dengan pasukan Israel terus merebut tanah Palestina, memperluas permukiman ilegal, dan melindungi tindakan para pemukim yang melakukan berbagai bentuk kekerasan dan penghancuran terhadap rakyat Palestina.
Partisipasi Palestina dalam KTT tersebut bertujuan untuk memobilisasi dukungan politik yang lebih luas bagi perjuangan Palestina dan hak-hak rakyatnya.