Pemukim Ilegal Israel Teror Seluruh Tepi Barat.
16 Feb 2026 - Berita
Pemukim Ilegal Israel meneror dan melukai warga Palestina pagi ini (13/1) dalam serangan pemukim Israel di daerah selatan Nablus di Tepi Barat bagian utara yang dijajah sebagaimana dituturkan daysofpalestine.
Para saksi melaporkan bahwa para petani diserang di daerah Jabal Ein al-Ain antara desa Talfit dan Qusra, mengakibatkan banyak korban luka.
Dalam insiden terpisah, sekelompok pemukim ilegal Israel membakar beberapa tenda kosong di daerah al-Maita di lembah Yordania utara. Tenda-tenda tersebut milik keluarga-keluarga Palestina yang sebelumnya telah dipaksa mengungsi karena meningkatnya ancaman dan serangan.
Kekerasan ini terjadi di tengah lonjakan insiden yang terus berlanjut. Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mencatat 1.872 serangan oleh pasukan Israel dan pemukim selama bulan Januari saja.
Sejak dini hari Jumat, beberapa lokasi mengalami peningkatan ketegangan di lapangan oleh kelompok-kelompok pemukim yang beroperasi di bawah perlindungan pasukan Israel.
Di provinsi Nablus, para pemukim menyerang pinggiran kota Qusra dan Jalud di sebelah tenggara kota, menargetkan harta benda warga sipil dan berupaya menghancurkan rumah kaca pertanian sebelum penduduk setempat turun tangan.
Kelompok pemukim bersenjata juga ditempatkan di sepanjang jalan lingkar Yitzhar, menghalangi pergerakan warga Palestina yang hendak melaksanakan salat Jumat.
Para pemukim kemudian memasuki kota Talfit di selatan Nablus, melakukan patroli provokatif dan merusak properti.
Di provinsi Bethlehem, para pemukim mengejar para petani dan penggembala di daerah Khallet al-Louz sejak pagi hari, mencegah mereka mencapai tanah mereka dalam upaya untuk memaksakan realitas pemukiman baru.
Di wilayah Yerusalem yang diduduki, para pemukim menyerbu lahan pertanian di Shaab al-Butm dan desa-desa terdekat di wilayah Masafer Yatta di selatan Hebron, meluas ke arah pedesaan selatan Yerusalem. Beberapa pohon zaitun ditebang selama penyerbuan tersebut.
Para pemukim juga memberlakukan pembatasan ketat di pos-pos pemeriksaan di sekitar Yerusalem, sementara seruan beredar di antara kelompok-kelompok pemukim untuk berkumpul di dekat gerbang Kota Tua. Kelompok lain memasuki komunitas Khillet al-Sidra di dekat kota Mikhmas, timur laut Yerusalem.