Pengungsi Kembali Masuk Gaza Dikontrol Israel
17 Feb 2026 - Berita
Kompleks Medis Nasser di Khan Younis kedatangan kelompok pengungsi yang kembali melalui penyeberangan darat Rafah di Jalur Gaza selatan pada Senin malam.Ini adalah kelompok ke-11. Kelompok ini bergabung dengan sejumlah kecil warga yang kembali yang telah tiba dalam sepuluh gelombang sebelumnya di bawah pembatasan dan prosedur ketat Israel.
Pasukan pendudukan Israel terus menerapkan langkah-langkah yang menghambat kedatangan para pengungsi yang kembali, termasuk pemeriksaan keamanan yang berkepanjangan dan penundaan berulang dalam memproses perjalanan mereka. Para pengungsi melaporkan perlakuan kasar yang meliputi interogasi intensif, menunggu berjam-jam dalam kondisi sulit, penggeledahan yang memalukan, dan penyitaan barang-barang pribadi.
Setelah menyeberang, mereka diangkut dengan bus ke Khan Younis, tempat kerabat menunggu mereka. Banyak yang terpaksa tinggal di tenda-tenda di pusat-pusat pengungsian setelah rumah mereka hancur.
Penutupan jalan dan kerusakan infrastruktur di sekitar perbatasan telah mengubah perjalanan pulang menjadi cobaan berat. Para pengungsi yang kembali seringkali harus menunggu lama dalam kondisi yang digambarkan sebagai tidak manusiawi. Kelompok-kelompok sebelumnya juga melaporkan kasus pemaksaan dan penangkapan di lapangan selama proses penyeberangan.
Pada hari Selasa, Kantor Media Pemerintah di Gaza merilis angka terbaru mengenai perjalanan melalui penyeberangan Rafah antara hari Senin, 2 Februari, dan Minggu, 15 Februari. Menurut pernyataan tersebut, 455 pelancong berhasil meninggalkan lokasi melalui penyeberangan tersebut selama periode itu.
Sebanyak 356 warga kembali ke Gaza, sementara 26 pelancong ditolak keberangkatannya dan dipulangkan.
Angka-angka dan kesaksian tersebut menyoroti pembatasan yang terus berlanjut seputar pergerakan melalui Rafah, menyebabkan para repatriat menghadapi ketidakpastian, kesulitan, dan prosedur yang berkepanjangan sebelum dapat bertemu dengan keluarga dan komunitas mereka.