Turki Upayakan Pengiriman Rumah Prefabrikasi ke Gaza
Turki Upayakan Pengiriman Rumah Prefabrikasi ke Gaza

Turki Upayakan Pengiriman Rumah Prefabrikasi ke Gaza

11 Jan 2026 - Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa negaranya tengah berupaya mengirimkan unit rumah prefabrikasi ke Jalur Gaza untuk memberikan tempat tinggal layak bagi warga Palestina yang mengungsi, meskipun rencana tersebut menghadapi penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan pada Jumat dalam sebuah upacara penghargaan budaya di Istanbul. Ia mengungkapkan bahwa Ankara telah berupaya melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta negara-negara Barat guna memfasilitasi pengiriman rumah-rumah prefabrikasi ke Gaza, di mana ratusan ribu warga Palestina masih terusir dari rumah mereka.

“Kami ingin mengirimkan rumah-rumah prefabrikasi kepada saudara-saudari Palestina kami di Gaza, dan kami telah meminta intervensi PBB dan Barat,” ujar Erdogan. Namun, ia menyesalkan penolakan dari pihak Israel. “Netanyahu sama sekali tidak menunjukkan kepedulian terhadap masalah ini dan menolak rencana tersebut,” tambahnya.

Erdogan kembali menegaskan solidaritas penuh Turki terhadap rakyat Palestina, serta memuji keteguhan dan daya tahan mereka dalam menghadapi situasi kemanusiaan yang semakin memburuk.

“Saya menyampaikan solidaritas saya kepada seluruh rakyat Palestina yang terus mempertahankan keteguhan dan semangat mereka dalam kondisi apa pun,” katanya.

Pernyataan Presiden Turki ini muncul di tengah peringatan dari berbagai organisasi kemanusiaan mengenai krisis tempat tinggal yang kian parah di Jalur Gaza. Ruang Operasi Pemerintah untuk Intervensi Darurat mencatat bahwa wilayah tersebut membutuhkan sekitar 200.000 unit rumah prefabrikasi guna menyediakan perlindungan yang aman dan mengurangi risiko bagi warga sipil.

Kondisi kemanusiaan semakin memburuk akibat badai musim dingin dan sistem tekanan rendah yang terjadi secara beruntun. Angin kencang dilaporkan merobek tenda-tenda pengungsian, sementara hujan lebat membanjiri tempat penampungan darurat di berbagai wilayah Gaza.

Banyak keluarga pengungsi terpaksa melewati malam tanpa tidur karena berjuang mengamankan tenda dan barang-barang mereka di tengah cuaca ekstrem.

Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 250.000 pengungsi Palestina terdampak langsung oleh cuaca buruk tersebut, dari sekitar 1,5 juta orang yang saat ini bertahan hidup di tenda atau tempat penampungan sederhana yang nyaris tidak memberikan perlindungan dari hujan, dingin, dan angin kencang.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya